WhatsApp membuka reservasi username untuk meningkatkan privasi pengguna.
WhatsApp membuka reservasi username untuk meningkatkan privasi pengguna.

Pengguna WhatsApp Nantinya Ngobrol Tanpa Harus Kasih Nomor HP

Lufthi Anggraeni • 30 Juni 2026 08:59
Ringkasnya gini..
  • WhatsApp membuka reservasi username sebelum fitur diluncurkan bertahap dalam beberapa bulan.
  • Username memungkinkan pengguna chat tanpa memperlihatkan nomor telepon kepada kontak baru.
  • WhatsApp menambahkan username key dan tetap mempertahankan enkripsi end-to-end sebagai perlindungan.
Jakarta: WhatsApp akan segera menghadirkan fitur username sebagai cara baru bagi pengguna untuk terhubung tanpa harus membagikan nomor telepon. Fitur ini mulai memasuki tahap reservasi secara global sebelum diluncurkan secara bertahap dalam beberapa bulan mendatang. 
 
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya WhatsApp memperkuat privasi bagi lebih dari tiga miliar penggunanya di seluruh dunia. Vice President dan Head of Product WhatsApp, Alice Newton-Rex, menjelaskan bahwa privasi telah menjadi fondasi pengembangan layanan sejak awal. 
 
Setelah menghadirkan enkripsi end-to-end, disappearing messages, locked chats, backup terenkripsi end-to-end, hingga private incognito chat dengan Meta AI, WhatsApp kini memperkenalkan username sebagai lapisan privasi berikutnya.

Melalui fitur ini, pengguna dapat memilih nama pengguna yang bersifat opsional. Username dapat diubah atau dihapus kapan saja dan tidak harus sama dengan nama akun di platform lain. Dengan demikian, seseorang dapat memulai percakapan tanpa memperlihatkan nomor telepon kepada lawan bicara yang baru dikenal.
 
WhatsApp menegaskan bahwa username dirancang sebagai fitur privasi, bukan sebagai direktori publik. Tidak akan ada daftar username yang dapat ditelusuri maupun rekomendasi akun. Seseorang hanya dapat menghubungi pengguna lain apabila mengetahui username yang tepat.
 
Untuk meningkatkan perlindungan, WhatsApp juga menghadirkan username key sebagai fitur opsional bagi pengguna. Kunci ini diperlukan agar pengguna WhatsApp lain dapat menghubungi pengguna melalui username.
 
Pada tahap awal, username key menggunakan PIN empat digit dan dilengkapi mekanisme untuk mencegah percobaan brute force. Pengguna juga dapat mengganti PIN tersebut sewaktu-waktu apabila diperlukan.
 
WhatsApp menjelaskan bahwa pengguna tetap memerlukan nomor telepon untuk membuat akun. Namun, apabila username diaktifkan, nomor telepon tidak lagi ditampilkan saat pengguna menghubungi seseorang atau bisnis untuk pertama kalinya, selama nomor tersebut belum tersimpan di perangkat penerima.
 
WhatsApp juga menyediakan generator username untuk membantu pengguna memilih nama yang sesuai. Sementara itu, kreator, pelaku usaha kecil, dan organisasi dapat mengklaim username yang sama dengan akun Instagram atau Facebook mereka guna menjaga konsistensi identitas digital di berbagai platform.
 
Dalam sesi tanya jawab, WhatsApp menyoroti potensi besar fitur ini bagi pelaku usaha, termasuk di Indonesia yang memiliki lebih dari 100 juta pengguna WhatsApp. Menurut WhatsApp, penggunaan username dapat memudahkan pelanggan menemukan bisnis tanpa harus mengingat nomor telepon, sehingga interaksi antara pelanggan dan pelaku usaha menjadi lebih sederhana.
 
WhatsApp juga menegaskan bahwa penggunaan username tidak mengubah sistem keamanan yang sudah ada. Seluruh pesan pribadi dan panggilan tetap dilindungi enkripsi end-to-end secara default. Jika pengguna mengganti nomor telepon melalui fitur perubahan nomor di dalam aplikasi, username yang dimiliki tetap dapat dipertahankan.
 
Selain itu, setiap akun hanya dapat memiliki satu username. Username juga dapat digunakan oleh pengguna WhatsApp Business dengan mekanisme yang sama seperti aplikasi WhatsApp reguler. WhatsApp menilai kebutuhan menjaga kerahasiaan nomor telepon saat berinteraksi dengan orang baru, bergabung ke komunitas, maupun menghubungi bisnis menjadi alasan utama pengembangan fitur ini.
 
WhatsApp menyebut reservasi username akan tersedia secara global dan pengguna akan menerima pemberitahuan melalui aplikasi ketika fitur tersebut sudah tersedia di negara masing-masing.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA