Huawei dan Yunding menilai AI berpotensi mempercepat transformasi industri pertambangan Indonesia melalui efisiensi, keselamatan, dan smart mining.
Huawei dan Yunding menilai AI berpotensi mempercepat transformasi industri pertambangan Indonesia melalui efisiensi, keselamatan, dan smart mining.

Huawei dan Yunding Dorong AI untuk Transformasi Pertambangan Indonesia

Lufthi Anggraeni • 01 Juli 2026 15:22
Ringkasnya gini..
  • Huawei dan Yunding menilai AI dapat meningkatkan efisiensi serta keselamatan industri pertambangan Indonesia.
  • Data operasional yang dimiliki perusahaan tambang dinilai menjadi fondasi penting penerapan AI.
  • Kolaborasi lintas industri dan pengembangan talenta disebut kunci keberhasilan smart mining.
Jakarta: Transformasi digital berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dinilai berpotensi menjadi salah satu pendorong utama peningkatan daya saing industri pertambangan Indonesia.
 
Sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di dunia, Indonesia menghadapi kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat keselamatan kerja, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung agenda keberlanjutan melalui pemanfaatan teknologi digital.
 
Pandangan tersebut mengemuka dalam panel diskusi Powering Progress: Integrating Digital and Intelligent Innovation, Industry Collaboration, Sustainability & Local Development into Indonesia Mining Industry pada Indonesia–China Coal & Energy Conference 2026.

Dalam diskusi tersebut, President of Huawei's Mining Business Unit Andy Wu mengatakan Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk mengembangkan AI di sektor pertambangan karena banyak perusahaan telah mengumpulkan data operasional selama lebih dari satu dekade. 
 
Menurutnya, data tersebut menjadi aset penting untuk mengembangkan solusi AI yang mampu meningkatkan efisiensi sekaligus membantu mengidentifikasi risiko operasional. Andy Wu menambahkan bahwa tantangan industri pertambangan tidak hanya berkaitan dengan produktivitas, tetapi juga keselamatan kerja.
 
"AI membutuhkan data sebagai basis. Kami sudah berbicara dengan banyak perusahaan pertambangan. Mereka sudah memiliki penyimpanan data lebih dari 10 tahun tentang penambangan ini. Ini adalah basis bagi kami untuk mengembangkan AI. AI dapat membantu kami meningkatkan efisiensi dan juga mengatasi risiko yang tidak dapat diabaikan orang," ujar Andy Wu.
 
Pemanfaatan AI diharapkan dapat membantu perusahaan mengambil keputusan lebih cepat berdasarkan data serta meningkatkan keamanan operasional. Andy Wu juga menilai saat ini merupakan momentum tepat bagi Indonesia untuk mempercepat transformasi digital di tengah meningkatnya biaya operasional industri.
 
Sementara itu, President of Yunding Technology Co., Ltd. Liu Bo menilai Indonesia merupakan pasar strategis bagi pengembangan smart mining karena menjadi salah satu kawasan produksi batu bara terpenting di dunia. 
 
Liu Bo menyebut industri pertambangan nasional tengah memasuki fase transisi dari pertumbuhan berbasis skala menuju operasi lebih cerdas dan ramah lingkungan. Selain itu, Liu Bo menyebut penerapan AI memberikan manfaat pada tiga aspek utama.
 
Ketiga aspek tersebut yaitu meningkatkan keselamatan kerja melalui pemantauan pekerja, peralatan, dan lingkungan secara lebih cerdas, mengoptimalkan efisiensi proses produksi, serta mendukung kepatuhan terhadap standar keselamatan dan regulasi pemerintah. 
 
Liu Bo juga menilai investasi pada smart mining akan berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas sekaligus mendorong pembangunan pertambangan berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, Huawei dan Yunding turut menekankan pentingnya membangun ekosistem lokal untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia.
 
Andy Wu menyebut pengembangan AI memerlukan kolaborasi antara perusahaan teknologi, industri pertambangan, pemerintah, perguruan tinggi, asosiasi, dan mitra lokal agar implementasinya dapat berjalan secara berkelanjutan.
 
Huawei juga menyampaikan rencana memperluas pelatihan AI bagi mahasiswa, profesional, dan insinyur, serta memperkuat kerja sama dengan universitas untuk mempercepat adopsi AI di berbagai sektor, termasuk pertambangan.
 
Di sisi lain, Liu Bo menegaskan komitmen Yunding untuk mematuhi regulasi Indonesia dengan mengedepankan penyimpanan, pemrosesan, dan tata kelola data secara lokal serta menggandeng operator maupun pemasok dalam negeri.
 
Menutup diskusi, Liu Bo menyatakan optimistis bahwa industri pertambangan Indonesia masih memiliki peluang besar untuk mengembangkan teknologi AI dan mewujudkan implementasi smart mining di masa depan.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA