Jakarta: Ericsson memperkenalkan AI in RAN, sebuah perangkat lunak yang mengintegrasikan model kecerdasan buatan kelas telekomunikasi langsung ke dalam unit baseband dan radio guna meningkatkan efisiensi serta kinerja jaringan 5G.
Ini dirancang untuk memberikan otomasi yang lebih cerdas dan penghematan energi tanpa memerlukan tambahan perangkat keras bagi penyedia layanan komunikasi. Keunggulan utama dari teknologi ini adalah kemampuannya untuk beroperasi secara real-time dan beradaptasi melalui pemrosesan data berkualitas tinggi dalam jumlah besar, didukung oleh Agentic AI yang memungkinkan otomasi operasional jaringan pada tingkat lanjut.
Bagi pasar Indonesia, AI in RAN membuka peluang besar untuk memaksimalkan investasi 5G yang sudah ada melalui pembaruan berbasis perangkat lunak. Mengingat estimasi kebutuhan investasi 5G di Indonesia dapat mencapai USD50 miliar pada tahun 2030, solusi efisiensi ini menjadi sangat krusial bagi operator seluler dalam menghadapi tantangan biaya infrastruktur.
Nora Wahby, President Director Ericsson Indonesia, menekankan bahwa teknologi ini akan membantu operator memenuhi lonjakan permintaan data sekaligus memperkuat fondasi visi Indonesia Digital 2045 melalui jaringan yang cerdas dan berkelanjutan.
Penerapan AI in RAN juga sejalan dengan target Kementerian Komunikasi dan Digital untuk mencapai cakupan 5G sebesar 32 persen pada tahun 2030. Melalui pemanfaatan Ericsson Silicon dan chip khusus, pemrosesan AI dapat berjalan sangat cepat hingga hitungan mikrodetik dengan konsumsi energi yang tetap hemat. Hal ini sangat mendukung agenda transformasi digital nasional, termasuk ambisi peluncuran layanan 5G yang lebih luas sebelum peringatan kemerdekaan Indonesia tahun ini.
Secara global, efektivitas solusi ini telah dibuktikan melalui lebih dari 15 uji coba komersial yang menunjukkan peningkatan kecepatan downlink hingga 20 persen dan efisiensi spektrum sebesar 10 persen.
Teknologi ini juga mampu mendukung jumlah pengguna trafik tinggi hingga dua kali lipat lebih banyak dengan akurasi prediksi cakupan mencapai 95 persen. Fitur-fitur utama seperti AI-native Scheduler, AI-powered Positioning, hingga AI-managed Beamforming dijadwalkan mulai tersedia pada kuartal kedua tahun 2026 untuk mengoptimalkan kualitas sinyal secara dinamis.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan