Kenaikan tersebut tidak hanya terjadi pada satu segmen. Lebih dari 40 persen model smartphone yang tercatat dalam riset mengalami kenaikan harga sepanjang 2026, sebuah kondisi yang disebut menjadi yang pertama terjadi di industri. Pendorong utamanya adalah kenaikan harga memori dan komponen yang membuat biaya produksi perangkat ikut terdorong.
Dampaknya paling terasa di negara yang pasar smartphonenya didominasi perangkat kelas bawah dan menengah. Sebaliknya, pasar dengan porsi smartphone premium lebih besar cenderung mengalami kenaikan yang lebih moderat.
India Jadi Pasar dengan Kenaikan Harga HP Tertinggi
India mencatat kenaikan harga smartphone paling tinggi, yakni 21 persen. Setelahnya ada kawasan Asia Pasifik sebesar 19 persen dan Timur Tengah serta Afrika (MEA) 18 persen.Counterpoint melihat kondisi tersebut berkaitan dengan karakter pasar di kawasan tersebut yang banyak mengandalkan smartphone low-end dan mid-range. Ruang bagi produsen untuk menyerap kenaikan biaya produksi menjadi lebih terbatas sehingga sebagian biaya akhirnya diteruskan kepada konsumen.
Amerika Latin juga mengalami kenaikan cukup besar, yakni 16 persen. Salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga efektif di kawasan ini adalah berkurangnya promosi dan diskon.
Sementara itu, kenaikan harga di pasar dengan komposisi perangkat premium lebih tinggi terlihat lebih terkendali. China naik 10 persen, Eropa 7 persen, dan Amerika Serikat 5 persen.
Di Amerika Serikat, dampaknya juga cenderung tidak langsung terasa karena banyak konsumen membeli smartphone melalui skema pascabayar operator. Harga perangkat kemudian dibagi menjadi pembayaran bulanan sehingga kenaikan harga awal tidak terlalu terasa di muka.
Produsen Mulai Pangkas Spesifikasi untuk Tekan Biaya
Kenaikan harga bukan satu-satunya cara yang digunakan produsen untuk menghadapi biaya komponen yang lebih tinggi. Counterpoint mencatat sejumlah OEM mulai melakukan penyesuaian spesifikasi.Beberapa langkah yang muncul antara lain menurunkan kapasitas penyimpanan, mengurangi konfigurasi kamera, serta kembali menawarkan lebih banyak model 4G pada segmen tertentu.
Strategi tersebut menunjukkan produsen berusaha menjaga titik harga produk agar tetap kompetitif tanpa harus sepenuhnya menanggung kenaikan biaya produksi.
Di sisi konsumen, perubahan harga juga mulai memengaruhi perilaku pembelian. Sebagian pengguna memilih menunda upgrade, menunggu periode promo besar, membeli kapasitas penyimpanan yang lebih rendah, hingga beralih ke perangkat bekas atau refurbished.
Program trade-in, cicilan, dan pembiayaan dari operator maupun retailer juga menjadi salah satu cara untuk meredam dampak kenaikan harga.
Harga Memori Jadi Biang Kerok Utama
Research Director Counterpoint Research, Tarun Pathak, mengatakan memori kini menjadi salah satu komponen yang paling menentukan biaya produksi smartphone.“Memori telah menjadi pendorong utama biaya BoM smartphone, mengubah struktur harga di seluruh industri dan membuat OEM memiliki ruang terbatas untuk menyerap kenaikan biaya,” kata Pathak.
Menurutnya, tekanan paling besar terjadi di pasar sensitif harga karena kenaikan rata-rata berada di kisaran 16 persen-21 persen. Konsumen pun mulai menyesuaikan strategi belanja, termasuk menunda penggantian perangkat dan beralih ke pasar perangkat bekas.
Bagaimana dengan Harga iPhone?
Di tengah tren tersebut, Apple masih mempertahankan harga iPhone. Kondisi ini menarik karena harga memori disebut telah naik empat kali lipat sejak kuartal IV 2025, sementara iPhone menyumbang lebih dari separuh total pendapatan Apple.Namun, situasi tersebut belum tentu bertahan tanpa tekanan. Senior Analyst Counterpoint Research, Karn Chauhan, memperkirakan harga smartphone baru akan terus meningkat dalam beberapa kuartal mendatang, termasuk seri iPhone 18.
“Kelangkaan memori dan tingginya biaya komponen diperkirakan akan bertahan dalam jangka pendek, sehingga semakin menekan margin OEM,” ujar Chauhan.
Ia menilai produsen kemungkinan akan lebih memprioritaskan model kelas atas untuk menjaga profitabilitas, sembari menggunakan perubahan spesifikasi, konfigurasi penyimpanan, dan optimasi portofolio untuk membatasi kenaikan harga di pasar yang sensitif terhadap harga.
Dengan begitu, persoalan harga smartphone pada 2026 bukan sekadar soal produsen menaikkan banderol. Kenaikan biaya memori mulai memengaruhi desain produk, strategi portofolio, skema penjualan, hingga cara konsumen menentukan kapan saat yang tepat untuk mengganti HP.