Operator Selandia Baru Dilarang Pakai Komponen Huawei?

Cahyandaru Kuncorojati 28 November 2018 15:19 WIB
huaweitelekomunikasi
Operator Selandia Baru Dilarang Pakai Komponen Huawei?
Operator Spark dan pemerintah Selandia Baru pernah menggelar uji coba 5G yang didukung Huawei. (Telecom Asia)
Jakarta: Buntut rasa takut yang disebarkan pemerintah Amerika Serikar terhadap aksi mata-mata lewat komponen telekomunikasi asal Tiongkok, salah satunya Huawei mulai menjalar ke negara lain.

Kabar terbaru dikutip dari Associated Press, Selandia Baru termasuk yang mengambil sikap sama seperti Amerika Serikat terhadap Huawei. Mereka melarang teknologi telekomunikasi dan jaringan milik Huawei masuk ke negaranya.

Disebutkan bahwa badan intelijen Selandia Baru mencegah operator setempat, Spark untuk menggunakan komponen dan dukungan teknologi Huawei dalam rencana peningkatan layanan ke jaringan 5G.


Padahal beberapa waktu lalu, Huawei sudah bekerja sama dengan operator setempat untuk menyediakan jaringan telekomunikasi. Bahkan, mereka memamerkan uji coba jaringan 5G kepada publik yang dihadiri oleh Menteri Penyiaran Selandia Baru, Clare Curran.

Menariknya lagi, Selandia Baru adalah negara berkembang pertama yang menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan Tiongkok di 2008. Sebagai gantinya, Tiongkok mengimpor miliaran dolar AS hasil olahan susu dari Selandia Baru.

Pihak operator Spark sendiri mengaku sangat kecewa atas langkah yang diumumkan oleh pemerintahan Selandia Baru, yang tengah menggenjot pembangan menara BTS untuk menggunakan spekturm radio yang diizikan pemerintah.

Spark justru menyatakan bahwa mereka masih berminat menggunakaan teknologi 5G Radio Access Network milik Huawei. Spark juga menargetkan bisa menghadirkan jaringan 5G di negaranya pada 2020.

Sebelumnya, Australia lebih dulu mengambil tindakan untuk mencegah campur tangan Huawei dalam pengembangan 5G di negaranya, dengan mengikuti ajakan Amerika Serikat.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.