Penipuan Cryptocurrency Curi Rp41,5 Miliar
Ilustrasi.
Jakarta: Di Korea Selatan, telah terjadi exit scam baru. Exit scam adalah penipuan yang dilakukan oleh sebuah pihak dengan menjanjikan cyrptocurrency baru dan mengumpulkan dana dari para investor. Pada ICO (Initial Coin Offering/Penawaran Koin Perdana), mereka lalu menghilang. 

Ialah Pure Bit, bursa cryptocurrency yang langsung tutup setelah mendapatkan USD2,8 juta (Rp41,5 miliar) dalam bentuk Ethereum dari para investor. Mereka berjanji, mereka akan membuat Pure Coin.

Saluran komunikasi mereka, seperti media sosial, masih aktif kemarin. Namun, sekarang, semua saluran komunikasi mereka tidak bisa diakses setelah mereka menyampaikan "maaf" dan "terima kasih", menurut laporan TechCrunch


Dari pembahasan di forum internet, tim di balik Pure Bit tidak diketahui identitasnya dan proses untuk mengembangkan koin virtual di Korea Selatan "memang sedang tren."

"Mereka telah menghapuskan semua bukti," tulis seorang netizen. "Situs yang dibuat oleh nama palsu/host di luar Korea/messengers/kontak juga palsu semua. Sekarang, satu-satunya harapan mereka adalah melacak ether dan berharap untuk yang terbaik."

Pada awalnya, Pure Bit mengatakan bahwa mereka mengumpulkan dana untuk membut "mining coin" baru, yang didasarkan pada standar ERC20 milik Ethereum dan akan membayar dividen pada para investor. Selain itu, mereka juga berencana untuk meluncurkan bursa cryptocurrency yang menggunakan koin PURE mereka, lapor The Next Web

Pure Bit juga mengadakan kampanye, mendorong pengguna untuk mengajak orang lain membawa investor baru. Jumlah minimal uang yang disetor para investor adalah 5 ETH atau Rp15,5 juta.

Menurut situs resmi Pure Bit, mereka mulai mengumpulkan dana pada 5 November dan berencana untuk terus membuka investasi hingga 30 November. 

Ini adalah penipuan terbaru yang menggunakan teknik exit scam pada tahun ini. Menurut berbagai laporan, penipuan jenis ini telah merampas cryptocurrency dengan total nilai lebih dari USD100 juta dalam waktu dua tahun. Penyelidikan lanjutan menunjukkan bahwa angka yang dicuri mungkin lebih tinggi. 



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.