Bisnis Digital Jadi Kunci Daya Saing Industri 4.0
Foto: iCIO Community
Jakarta: Transformasi menjadi bisnis berbasis digital tidak lagi menjadi pilihan, melainkan keharusan bagi bisnis menjaga daya saing di era Industri 4.0.

CIO dan eksekutif TI dituntut  terus mengembangkan kapabilitasnya demi memastikan transisi perusahaan dan organisasi berjalan dengan baik.

Dalam survei iCIO Community Digital Transformation 2018, terungkap bahwa tugas dan peran CIO menjadi semakin penting, terutama pada saat bisnis berupaya merealisasikan misi dan strateginya untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.


Koordinator Divisi Research iCIO Community mengungkapkan hal itu pada acara Executive Leadership Forum 2018, acara tahunan untuk mendorong para pemimpin bisnis bertukar informasi, pengetahuan, dan pengalaman dalam memimpin organisasi dan perusahaan menghadapi berbagai tantangan.

Laporan survei iCIO Community Digital Transformation 2018 berasal dari jawaban 53 CIO dan Eksekutif TI enterprise dari berbagai industri, mulai jasa keuangan, farmasi, kesehatan, pendidikan, telekomunikasi, energi dan sumber daya mineral, media, transportasi, hingga ritel, dan mayoritas mengalokasikan anggaran belanja TI 2019-2020 lebih dari Rp100 miliar.

Hasil survei menunjukkan bahwa inisiatif transformasi digital telah menjadi prioritas  organisasi dan perusahaan di Indonesia. Bahkan hampir 10 persen CIO mengakui dampak positif transformasi digital mulai dirasakan perusahaan dan organisasinya.

“Dari survei ini, kita semua bisa mengetahui bahwa transformasi digital yang dilakukan enterprise  di Indonesia  telah mencapai milestones penting,” kata Abidin Riyadi Abie, Koordinator Divisi Research iCIO Community.

“Implementasi TI selama ini ditujukan untuk mendukung bisnis melalui komputerisasi berbagai aspek dan proses bisnis. TI kini tidak lagi sekedar menjadi enabler bisnis, melainkan driver yang menjadi kunci enterprise membangun daya saing di era Industry 4.0 dan karenanya posisi CIO menjadi semakin strategis."

Survei juga mengungkap semua korporasi di Indonesia saat ini sedang berada di dalam masa transisi menuju digital, dengan melakukan berbagai perubahan dan efisiensi berbagai proses bisnis. 

“Untuk mencapai hal itu, hingga tiga tahun ke depan enterprise di Indonesia merancang strategi yang fokus untuk memodernisasi seluruh infrastruktur TI, melakukan integrasi berbagai kanal digital yang telah mereka miliki, dan mengembangkan kapasitas-kapabilitas sumber daya manusia di organisasi,”  kata Hermawan Thendean, Koordinator Divisi Research iCIO Community yang lain. “

iCIO Community menanyakan faktor apa saja yang menjadi tantangan para CIO untuk mewujudkan digital business. Keterbatasan sumber daya manusia dengan skill yang sesuai disebut 71 persen CIO sebagai tantangan utama, mengalahkan persoalan kultur perusahaan dan organisasi yang menduduki peringkat kedua.

Terkait dengan keterampilan sumber daya manusia uuntuk mendorong transformasi digital, ketika ditanyakan tentang kebutuhan organisasi, 54 persen CIO mengatakan sulinya mencari sumber daya manusia yang inovatif. Bagi para CIO masih lebih mudah mencari programmer andal, meski hal itu juga disebut sebagai tantangan terbesar kedua.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.