Google Pixel, smartphone buatan Google yang pembuatannya dibantu oleh HTC
Google Pixel, smartphone buatan Google yang pembuatannya dibantu oleh HTC

Beli Bisnis HTC, Apa Strategi Google untuk Android?

Cahyandaru Kuncorojati • 22 September 2017 16:36
medcom.id: Keputusan Google membeli divisi pengembangan smartphone HTC membuat semua orang menantikan produk terbaru yang akan dibuat sendiri oleh Google. Alasannya kini mereka bisa membuat smartphone tanpa harus menggandeng merek lain.
 
Keputusan Google membeli ini ditanggapi dengan positif dan negatif oleh banyak pihak. Dampaknya juga bisa berpengaruh tidak hanya pada Google tetapi juga bagi HTC, seperti yang dikutip dari Wired.
 
Pertama, Google dipastikan semakin mantap menciptakan smartphone yang dibuat dengan tangannya sendiri, sebab Google sudah memiliki tiga unsur penting dalam menciptakan sebuah smartphone: layanan, software, dan hardware dari HTC. Disebutkan, 2.000 teknisi yang diboyong dari HTC sebagian besar adalah yang pernah ikut menciptakan ponsel Google Pixel.

“Menciptakan produk yang diandalkan oleh penggunanya setiap hari adalah sebuah perjalanan yang panjang, dan langkah ini merupakan investasi jangka panjang,” ungkap Senior Vice President of Hardware Google Inc, Rick Osterloh dalam pengumuman Google kemarin. Menurutnya, memiliki in-house hardware memberikan kesempatan Google untuk lebih dalam lagi mengembangkan perangkat teknologi.
 
Google selama ini memiliki beberapa proyek smartphone dengan menggandeng banyak vendor, sebut saja proyek Android One, yang Google menjadi penyedia layanan dan software, termasuk Google Pixel dengan HTC menjadi penyedia hardware. Hubungan Google dan HTC pun sudah cukup lama, sejak HTC merilis smartphone seri Nexus yang sempat populer pada masanya.
 
Di satu sisi, banyak pihak beranggapan bahwa Google sedang bertaruh karena selama ini Google belum pernah berhasil menjual produk perangkatnya sesukses merek lain. Google pernah mengakuisisi Motorola untuk kemudian dijual lagi dan dibeli oleh Lenovo yang kini memposisikan Motorola di segmen premium. Project Ara yang spektakuler pun juga mati di tengah jalan, apalagi Google Glasses.
 
Beragam pihak juga tidak ketinggalan mengingatkan HTC memanfaatkan dana dari Google untuk memperbaiki kesehatan bisnis mereka meskipun divisi VR dan AR mereka, HTC Vive VR menjadi pemain penting di industri virtual reality. Pihak HTC menyatakan bahwa meskipun divisi smartphone mereka dibeli oleh Google, HTC tetap akan memproduksi smartphone.
 
Pangsa pasar HTC, yang pernah mencapai 10 persen pangsa pasar global, terus turun karena kompetisi yang ketat dengan perusahaan pembuat smartphone lain seperti Apple, Samsung dan perusahaan asal Tiongkok. Selain itu, nilai sahamnya juga turun tajam dalam waktu 2 tahun belakangan. Tahun ini, saham HTC jatuh 12 persen, membuatnya hanya memiliki valuasi sekitar USD1.9 miliar (Rp25,2 triliun).
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA