HTC U11. (ZDNet)
HTC U11. (ZDNet)

Google Beli Divisi Smartphone HTC

Ellavie Ichlasa Amalia • 21 September 2017 14:54
medcom.id: Google baru saja mengakuisi divisi smartphone dari HTC senilai USD1.1 miliar (Rp14,6 triliun). Melalui perjanjian ini, Google tidak membeli saham langsung. Karena itu, HTC akan terus bertanggung jawab atas bisnis smartphone miliknya. 
 
Belakangan, Google memang tengah fokus untuk mengembangkan divisi hardware sendiri. Tahun lalu, mereka mempekerjakan Rick Osterloh, mantan eksekutif Motorola, untuk mengepalai divisi hardware mereka. 
 
"Untuk Google perjanjian ini memperkuat komitmen kami untuk membuat smartphone dan menjadi investasi dalam bisnis hardware yang tengah kami kembangkan," ujar Google dalam pernyataan resmi, seperti yang dikutip dari The Guardian

Strategi Google untuk menggratiskan lisensi Android dan mendapatkan keuntungan dari layanan ekstra seperti pencarian dan peta membuat Android menjadi sistem operasi mobile yang dominan di pasar. Menurut IDC, OS mobile buatan Google itu menguasai 89 persen pangsa pasar global. 
 
Di sisi lain, banyaknya perusahaan yang membuat smartphone Android menciptakan pengalaman penggunaan yang tidak konsisten. Sementara jika Google membuat smartphone sendiri akan memperumit hubungan mereka dengan para pembuat Android lain. 
 
"HTC tidak lagi menjadi pemimpin dalam hal desain hardware, terutama karena mereka harus mengurangi dana akibat terus turunnya pendapatan mereka beberapa tahun belakangan," ujar Ryan Reith, analis di perusahaan riset IDC.
 
"Keputusan Google untuk mengakuisisi HTC hanya akan menguntungkan jika mereka ingin mengendalikan pembuatan hardware di bidang lain, seperti Home dan Chromebook."
 
Pangsa pasar HTC, yang pernah mencapai 10 persen pangsa pasar global, terus turun karena kompetisi yang ketat dengan perusahaan pembuat smartphone lain seperti Apple, Samsung dan perusahaan asal Tiongkok. Selain itu, nilai sahamnya juga turun tajam dalam waktu 2 tahun belakangan. Tahun ini, saham HTC jatuh 12 persen, membuatnaya memiliki valuasi sekitar USD1.9 miliar (Rp25,2 triliun). 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA