Xiaomi mengalami penurunan penjualan pada tahun 2020 ini akibat pandemik korona.
Xiaomi mengalami penurunan penjualan pada tahun 2020 ini akibat pandemik korona.

Penjualan Xiaomi Menurun pada Tahun 2020

Teknologi teknologi xiaomi
Lufthi Anggraeni • 07 April 2020 14:50
Jakarta: Sejumlah perusahaan teknologi mengalami kendala terkait penjualan akibat pandemik korona yang hingga kini masih berlangsung. Xiaomi turut menjadi salah satu perusahaan yang merasakan dampak dari pandemi ini.
 
Hal berbeda dialami Xiaomi pada tahun 2019 lalu, yang mengalami peningkatan signifikan pada pendapatannya. Pada tahun lalu, Xiaomi melaporkan pertumbuhan pendapatan sebesar 17,7 persen, mencapai USD28,2 miliar (Rp460,6 triliun).
 
Dan pada tahun yang sama, Xiaomi mengalami peningkatan pendapatan bersih sebesar 35 persen dan mencapai USD1,62 miliar (Rp26,5 triliun). Phone Arena melaporkan, berdasarkan grafik dari Canalys, penjualan smartphone Xiaomi mengalami pertumbuhan tahunan terbesar pada kuartal terakhir tahun 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peningkatan terbesar ini disebut mencapai 23 persen jika dibandingkan dengan tahun 2018. Menurut Canalys, Xiaomi telah mengapalkan sebanyak lebih dari 100 juta smartphone dan lebih dari 230 juta unit perangkat IoT.
 
Sayangnya untuk Xiaomi, meski baru saja meluncurkan smartphone terbarunya yaitu Mi 10 dan Mi 10 Pro 5G, perusahaan asal Tiongkok ini justru mengalami penurunan dalam pendapatan, diyakini akibat situasi kesehatan publik yang saat ini tengah terjadi.
 
Selain itu, penurunan pendapatan ini juga diprediksi akibat terjadinya peningkatan persaingan di negara asalnya. Sebagai informasi, Xiaomi harus bersaing dengan sejumlah produsen smartphone lainnya asal Tiongkok di negara asal mereka.
 
Di pasar internasional, pengapalan smartphone Xiaomi terdampak oleh pandemik korona secara signifikan, meski pada tahun 2019 lalu, Xiaomi mengalami peningkatan pengapalan sebesar 60 persen untuk pasar Eropa.
 
Sebelumnya, Xiaomi mengumumkan earbuds Mi Air 2S True Wireless (TWS), dan diklaim mampu menyuguhkan daya tahan baterai lebih baik, yaitu dengan total 24 jam dan juga berbekal teknologi Bluetooth lebih canggih.
 
Saat ini, Xiaomi Mi Air 2S baru tersedia di pasar Tiongkok yang dapat dipesan via program pre-order seharga CNY400 atau USD56 (Rp932.080). Namun, earbuds ini juga diperkirakan akan tersedia di toko Xiaomi secara global di masa mendatang.
 
Sementara itu, earbuds ini berbekal driver berukuran cukup besar yaitu 14,2mm, diklaim mampu menghadirkan audio berkualitas tinggi. Selain itu, perangkat ini juga didukung oleh teknologi Bluetooth 5.0 menggunakan LHDC, alternatif untuk aptX-HD karya Qualcomm.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif