NEWSTICKER
AppsFlyer mengumumkan hasil riset dampak COVID-19 pada aplikasi mobile di Indonesia.
AppsFlyer mengumumkan hasil riset dampak COVID-19 pada aplikasi mobile di Indonesia.

Dampak Covid-19 Terhadap Aplikasi Mobile Indonesia

Teknologi teknologi
Lufthi Anggraeni • 16 Maret 2020 16:34
Jakarta: AppsFlyermengumumkan riset terkait dampak COVID-19 pada berbagai aplikasi mobile di empat negara utama di Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Pada riset ini, AppsFlyermeneliti 100 aplikasi mobile di setiap negara selama dua periode.
 
Periode pertama berlangsung sejak tanggal 1 Januari hingga 31 Januari 2020, saat sebagian besar kasus awal COVID-19 baru terjadi di Tiongkok. Sedangkan periode kedua berlangsung sejak tanggal 1 Februari hingga 2 Maret 2020 .
 
Pada periode kedua, temuan kasus infeksi COVID-19 mulai mengalami peningkatan, dan lebih banyak perusahaan yang menerapkan pembatasan perjalanan serta kebijakan bekerja dari rumah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk pasar Indonesia, AppsFlyermenyebut COVID-19 berdampak pada penurunan sebesar 12 persen kategori penginstalan aplikasi organik segmen game.
 
Sedangkan pada kategori tindakan pembelian, segmen game mengalami peningkatan sebesar 11 persen. Pada kategori penginstalan aplikasi organik segmen makanan dan minuman, AppsFlyermencatat peningkatan sebesar 23 persen, dan tindakan pembelian sebesar 17 persen.
 
Untuk kategori penginstalan aplikasi organik segmen belanja, pasar Indonesia menunjukan penurunan sebesar delapan persen, namun tindakan pembelian meningkat sebesar enam persen. Dan untuk segmen perjalanan, penginstalan aplikasi organik mengalami penurunan sebesar 16 persen dan tindakan pembelian menurun sebesar dua persen.
 
Berdasarkan riset ini, AppsFlyertidak menyimpulkan penurunan di sejumlah segmen sebagai hal yang mengkhawatirkan bagi industri pemasaran mobile secara umum. Penurunan ini diperkirakan akan meningkatkan tantangan, meski kesempatan pertumbuhan dinilai masih selalu besar.
 
Dengan demikian, AppsFlyermenyarankan pemasar untuk berfokus pada inti, termasuk data historis terkait pemasaran dan penggunaan aplikasi berkontribusi terhadap penjualan sebelum dan saat terjadi peristiwa, baik krisis global maupun kampanye hari libur.
 
Selain itu, pemasar juga disarankan untuk membuat atribusi dan pengukuran fondasi guna membangun rencana pemasaran saat berada di periode kritis. Pemasar juga perlu mengukur secara bijaksana dan akurat, serta memasarkan merek dan produk secara bertanggung jawab.
 
Pemasar juga perlu melindungi bisnis aplikasi dari sejumlah hal yang mungkin terjadi seperti lonjakan pembelian dan transaksi, peningkatan kecanggihan pelaku kecurangan, dan tetap berhati-hati namun tetap optimistis.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif