Ada Lagi Celah Keamanan Biometrik e-KTP India
Ilustrasi sistem biometrik.
Jakarta: Setelah di awal tahun ini data e-KTP di India ketahuan bocor dan diperdagangkan nilai sekitar Rp104 ribu, kini dikabarkan kembali bahwa celah keamanan kembali ditemukan pada database tersebut yang dikelola oleh perusahaan perekaman biometrik Aadhaar.

Dikutip dari Gizmodo, ada perdagangan software berbentuk patch yang bisa digunakan untuk menonaktifkan sistem keamanan dari data biometrik tersebut.

Saat patch tersebut digunakan, penggunanya tidak hanya mendapatkan akses ke database, tapi memodifikasi isi database sehingga mereka bisa menciptakan identitas baru lengkap dengan data biometrik seperti sidik jari dan rekam biometrik kornea mata.


Artinya, hal ini memungkinkan pelaku melakukan penipuan dengan identitas palsu yang justru, tercatat secara legal di database e-KTP milik pemerintahan India. Dampaknya, kepolisian akan kesulitan mengenali identitas palsu dalam kasus penipuan.

Dilaporkan bahwa patch software ini dijual dengan harga Rp520 ribu. Jurnalis HuffPost yang berhasil membeli patch software tersebut melaporkan bahwa patch ini juga membuat sistem biometrik pemindai kornea mata mampu terkecoh, hanya dengan foto beresolusi tinggi.

Mengerikannya, mereka yang memiliki software ini bisa mengakses dan memodifikasinya dari mana saja. Sejauh ini pihak Otoritas Identifikasi Unik India (UIDAI) yang berwenang masih belum memberikan komentar atas temuan tersebut.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.