Google Assistant Bermasalah Terhadap Aktivasi Suara
Sejumlah pengguna Google Assistant di berbagai perangkat mengeluhkan permasalahan pada fitur aktivasi via suara.
Jakarta: Sejumlah pengguna Google Assistant di berbagai perangkat, termasuk perangkat bermerek Samsung, LG, Huawei, OnePlus dan Xiaomi, melaporkan masalah aktivitasi suara pada asisten digital karya Google tersebut.

Google mengaku telah mengetahui permasalahan ini dan tengah menjalani proses investigasi guna mengetahui akar permasalahan tersebut. Namun hingga saat ini, belum tersedia informasi resmi dari Google maupun pihak ketiga berkenaan dengan waktu pengguliran perbaikan tersebut.

Permasalahan terkait fitur aktivasi Google Assistant dijelaskan pengguna sebagai hal menjengkelkan.


Pengguna mengaku asisten digital Google pada perangkat mereka mendadak tidak merespon kata kunci Ok Google diucapkan. Hal ini berarti pengguna tidak lagi dapat mengaktifkan Google Assistant via perintah suara.

Pengguna diharuskan untuk menyentuh tombol Home pada ponsel selama beberapa saat hingga asisten digital aktif. Meskipun demikian, permasalahan ini dinilai bukan sebagai gangguan bug kritis untuk keamanan perangkat Android atau pengalaman penggunaan secara umum.

Keluhan yang disampaikan pengguna di berbagai media sosial yang menyatakan ketidaksabaran mereka dalam menanti solusi, turut menggambarkan jumlah pengguna yang mengandalkan fitur aktivasi via suara pada Google Assistant ini, untuk melakukan tugas dan tindakan keseharian.

Sebelumnya, Google mengungkap rencananya untuk kembali ke Tiongkok dengan mesin pencari yang telah disensor. Selain itu, Google juga tampaknya ingin membawa layanan cloud mereka ke negara dengan populasi terbesar itu.

Hal ini ditanggapi Baidu, pesaing utama Google di Tiongkok, dengan pernyataan yang menunjukan keyakinan perusahaannya akan tetap menguasai pasar Tiongkok.



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.