medcom.id, Jakarta: Pengembangan software yang tidak terikat oleh satu perusahaan besar biasanya dikenal dengan istilah open source. Linux adalah salah satu sistem oeprasi yang bersifat open source, atau dengan kata lain dapat dikembangkan oleh siapapun.
Penyedia solusi open source berbasis Linux, Red Hat, melihat bahwa di tahun 2016, potensi pasar Indonesia akan bertambah besar.
“Kita memproyeksikan bisnis kita akan tetap tumbuh, terlepas dari kondisi makro dan mikro ekonomi yang terjadi. Red Hat global akan tertap berinvestasi di Indonesia,” kata Country Manager Red Hat Indonesia, Rully Moulany kepada Metrotvnews.com.
Ia juga menuturkan, dari seluruh negara ASEAN, Indonesia memiliki pertumbuhan pasar open source terbesar.
Oleh karena itu, Red Hat Indonesia akan menerapkan 3 strategi utama untuk pasar open source di Indonesia tahun 2016.
“Yang pertama adalah kita akan fokus di key vertical, yaitu terdiri dari layanan finansial, telekomunikasi, dan sektor publik,” jelas Rully. Maksudnya di sini, Red Hat Indonesia akan bekerja sama dengan berbagai perusahaan yang terlibat dalam 3 sektor ini. Telkomsel juga menjadi salah satu operator telekomunikasi yang telah menjalin kerja sama degnan Red Hat.
Strategi kedua adalah tetap menjaga ekosistem kemitraan yang sudah ada sekarang, dan memberikan kontribusi lebih banyak kepada para partner demi ekspansi ke sektor yang sebelumnya tidak tersentuh, salah satunya adalah SMB.
Ketiga, terus menjaga hubungan dengan media untuk menjelaskan kepada khalayak ramai tentang pemahaman open source.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan