NEWSTICKER
Huawei menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Ketenagakerjaan.
Huawei menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Ketenagakerjaan.

Huawei Gandeng Kemenaker, Targetkan Sertifikasi 1.000 Pencari Kerja

Teknologi huawei
Lufthi Anggraeni • 18 Juli 2019 16:48
Jakarta: Huawei mengumumkan kesepakatan dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Republik Indonesia, terkait dengan pengembangan dan peningkatan kompetensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
 
Kesepakatan ini dihadirkan dalam bentuk pelatihan instalasi perangkat Base Transceiver Station (BTS) dan Microwave, serta sertifikasi untuk 1.000 pencari pekerjaan. Program ini merupakan bagian dari program Smart Generation yang telah dicanangkan sejak penandatangan kesepakatan pada tahun 2018 lalu.
 
Di acara yang sama, Huawei juga menerima penghargaan dari Kemenaker untuk prestasi tingkat kecelakaan rendah dalam operasionalisasi. Penghargaan pada tahun ini menjadi penghargaan tahun ketiga yang diperoleh Huawei.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah, sehingga dapat memperoleh penghargaan ini selama tiga tahun berturut-turut,” ujar CEO Huawei CNBG Indonesia Andy Hui.
 
Program ini menargetkan pencari pekerjaan lulusan Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Kejuruan hingga sarjana S1, untuk dibina dalam naungan Balai Besar Latihan Kerja (BBLK) Kemenaker.
 
Kerja sama ini turut disambut baik oleh Kemenaker, yang berharap dapat membantu membangun sumber daya manusia Indonesia dan menjembatani kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan industri.
 
Sebelumnya, Huawei telah melakukan pelatihan dalam program pengembangan SDM lainnya, dan telah melatih sebanyak 12.000 insinyur dan 5.000 siswa dan mahasiswa di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), terhitung sejak 2009 hingga 2018 lalu.
 
Sementara itu, Zero Accident Award diperoleh Huawei berkat jumlah kecelakaan nihil atau tidak pernah terjadi pada operasionalisasi perusahaan asal Tiongkok ini di Indonesia. Hal ini bertolak belakang dengan data jumlah rata-rata kecelakaan kerja per tahun yang tergolong tinggi, sebanyak 130.000 kasus.
 
Penghargaan ini disebut Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3) Sugeng Priyanto menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen Huawei menyoal keselamatan tenaga kerjanya di Indonesia.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif