Ini enam kabar bohong yang beredar terkait aksi unjuk rasa tanggal 22 Mei 2019 ini.
Ini enam kabar bohong yang beredar terkait aksi unjuk rasa tanggal 22 Mei 2019 ini.

6 Hoaks yang Beredar Terkait Unjuk Rasa 22 Mei

Teknologi teknologi
Lufthi Anggraeni • 22 Mei 2019 18:33
Jakarta: Ketidaksetujuan masyarakat terhadap hasil Pemilihan Presiden 2019 disampaikan melalui aksi unjuk rasa di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Sayangnya, aksi ini tidak hanya berujung ricuh, namun juga menimbulkan kabar bohong atau hoaks.
 
Dalam kurun waktu singkat, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyebut menemukan sejumlah konten bermuatan ujaran kebencian, fitnah dan hoaks, yang tersebar melalui aplikasi pesan instan, berdampak pada pembatasan akses sejumlah aplikasi pesan instan dan media sosial.
 
1. Aparat Impor dari Tiongkok
Salah satu kabar bohong yang beredar terkait aksi unjuk rasa pada 22 Mei ini menargetkan aparat penjaga sejumlah titik di Jakarta, Korps Brigade Mobil (Brimob). Aparat keamanan Indonesia ini dituduh akun Facebook bernama Ahpg menerima bantuan dari pihak keamanan Tiongkok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Akun Facebook bernama Ahpg ini menyebut bahwa tentara Tiongkok telah diterjunkan dan menyamar sebagai aparat, serta meminta masyarakat berhati-hati agar tidak terjajah oleh bangsa tersebut.
 
Namun, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Muhammad Iqbal membantah bahwa pasukan Brimob yang diterjunkan berasal dari luar negeri. Muhammad Iqbal menegaskan bahwa aparat keamanan yang berjaga benar-benar anggota Brimob dan merupakan warga negara Indonesia.
 
2. Pengeboman Massal di Jakarta
Kabar terkait pengemboman massal di Jakarta ini justru diedarkan bukan oleh warga Jakarta, melainkan oleh guru PNS di kabupaten Garut. Kabar bohong tersebut didistribusikan melalui aplikasi pesan instan WhatsApp. Faktanya hingga saat ini, tidak terjadi insiden ledakan bom selama aksi unjuk rasa berlangsung.
 
3. Personil Brimob menyamar jadi TNI AL
Kabar bohong ini disebarluaskan bersamaan dengan foto TNI Angkatan Laut (AL) yang mengenakan kaos kaki Brimob dan pasukan Brimob yang menyamar dan mengenakan pakaian TNI AL. Faktanya, foto yang diunggah ini merupakan anggota Marinir TNI AL dengan tanda menggunakan baret ungu.
 
4. Penembakan Peluru Tajam di Jalan Sabang
Kabar bohong yang beredar menyebut aparat keamanan melakukan penembakan dengan peluru tajam saat melakukan pengamanan di Jalan Sabang. Namun pihak Polri menegaskan bahwa anggotanya hanya berbekal tameng dan gas air mata dalam menjalankan tugas mereka.
 
Polri juga menegaskan bahwa aparat yang bertugas tidak diizinkan untuk membawa senjata api dan peluru tajam. Sehingga kabar ditemukannya selongsong senjata api tersebut tidak benar.
 
5. Polisi Menembaki Demonstran di dalam Masjid
Kabar bohong yang beredar dalam format video menyebut bahwa polisi bertindak anarkis dan menembaki demonstran yang tengah berada di dalam masjid. Namun faktanya, suara tersebut berasal dari kerusuhan yang terjadi luar masjid, dan terjadi di sekitar area masjid tersebut di Tanah Abang.
 
6. Pengumuman KPU secara Diam-Diam
Kabar bohong yang beredar menyebut Sistem Informasi Penghitungan Suara Komisi Pemilihan Umum (Situng KPU) mengalami kejanggalan dan KPU mengumumkan hasil rekapitulasi secara diam-diam. Namun hal ini dibantah oleh KPU, yang menyebut hasil rekapitulasi provinsi dan luar negeri memang sudah selesai dan dituntaskan pada malam hari, 22 Mei 2019.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif