Apple merilis laporan terkait jumlah permintaan akses iPhone dari pemerintah negara di dunia.
Apple merilis laporan terkait jumlah permintaan akses iPhone dari pemerintah negara di dunia.

Pemerintah Tiongkok Terlalu Banyak Minta Data iPhone

Teknologi apple
Lufthi Anggraeni • 06 Juli 2019 08:48
Jakarta: Apple merilis informasi terkait dengan permintaan pemerintah untuk data pengguna selama paruh kedua tahun tahun 2018 lalu. Apple menyebut bahwa pemerintah Tiongkok mengirimkan sebanyak 689 permintaan untuk mengakses informasi terkait perangkat Apple.
 
Namun, ZDNet melaporkan bahwa permintaan tersebut ditujukan untuk 137.595 perangkat, tujuh kali lebih banyak dari jumlah perangkat yang dicantumkan pemerintah Amerika Serikat (AS) dalam permintaannya, dan separuh dari jumlah total di seluruh dunia.
 
Jumlah perangkat yang diminta oleh pemerintah Tiongkok untuk dapat diakses selama paruh kedua tahun 2018 meningkat sebesar 450 persen jika dibandingkan dengan permintaan paruh pertama tahun 2018 di Tiongkok, sebanyak 751 permintaan untuk 30.764 perangkat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada laporan transparansi selama Juli hingga Desember 2018, Apple mengungkap jumlah permintaan dan persetujuannya untuk menyediakan data.
 
Pada jumlah perangkat di paruh pertama tahun 2018, Apple menyebut jumlah akses perangkat tinggi yang diajukan pemerintah Tiongkok ini ditujukan untuk investigasi kasus penipuan asuransi dan pencurian perangkat.
 
Sedangkan pada paruh kedua tahun 2018, sebagian besar jumlah akses perangkat yang diminta pemerintah Tiongkok ditujukan untuk kepentingan investigasi penipuan pajak dari badan administrasi perpajakan.
 
Apple menyerahkan sebanyak 96 persen informasi identifikator perangkat, seperti nomor serial atau nomor IMEI, kepada pemerintah Tiongkok dari 689 permintaan yang diajukan. AS dan Jerman menjadi negara dengan pihak pemerintah paling aktif kedua terkait dengan permintaan akses informasi tersebut, sebanyak lebih dari 19.000 permintaan.
 
Di Jerman, Apple menyebut tingginya permintaan sebagian besar untuk kebutuhan investigasi pencurian perangkat. Sedangkan di AS, permintaan ini diajukan pemerintah untuk kebutuhan investigasi penipuan dan pencurian perangkat.
 
Tiongkok dan AS mendominasi daftar negara yang mengajukan permintaan akses untuk informasi detail terkait akun dan iTunes konsumen Apple, juga termasuk nama dan alamat, dan di beberapa kasus termasuk foto yang tersimpan, email, backup perangkat iOS, kontak dan kalendar.
 
Pemerintah AS mengirimkan sebanyak 2.669 permintaan untuk 9.924 akun, sedangkan pemerintah Tiongkok mengirimkan sebanyak 42 permintaan untuk 7.154 akun.
 
Di AS, Apple hanya menyediakan separuh dari konten pengguna sebenarnya yang diminta pemerintah, sedangkan di Tiongkok, Apple hanya menyediakan data non-konten.
 
Apple menyebut tingginya jumlah akun spesifik yang disebutkan pemerintah Tiongkok dalam permintaannya sebagian besar karena terkait dengan investigasi penipuan finansial.
 
Sementara itu, jumlah permintaan akun di seluruh dunia dilaporkan Apple meningkat selama lima tahun terakhir, dari 3.000 pada tahun 2013 menjadi lebih dari 9.000 pada tahun 2019.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif