Insiden yang mengakibatkan pengunduran diri ratusan pegawai Foxconn mengganggu distribusi iPhone 14.
Insiden yang mengakibatkan pengunduran diri ratusan pegawai Foxconn mengganggu distribusi iPhone 14.

Ratusan Pegawai Berhenti, Distribusi iPhone Terganggu

Lufthi Anggraeni • 26 November 2022 13:48
Jakarta: Pabrik produsen iPhone terbesar milik Foxconn di Zhengzhou, Tiongkok, mengalami permasalahan pada pekan lalu. Ketidakpuasan pekerja berubah menjadi protes dalam beberapa hari terakhir, mengakibatkan sejumlah pertikaian dengan personel keamanan.
 
Mengutip GSM Arena, Foxconn telah meminta maaf untuk error teknis terkait pembayaran yang terjadi setelah mempekerjakan kelompok pegawai terbaru, yang mengklaim telah disesatkan soal manfaat kompensasi.
 
Foxconn menawarkan setiap pegawai baru yang memprotes uang pesangon sebesar CNY10.000 atau sekitar USD1.400 (Rp21,9 juta) untuk mengundurkan diri dan meninggalkan pekerjaan mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penawaran ini diterima oleh lebih dari 20.000 pekerja Foxconn, sebagian besar dari pekerja tersebut merupakan pegawai baru yang belum bekerja di lini produksi. Sebelum permasalahan terjadi, lebih dari 200.000 staff bekerja di pabrik tersebut.
 
Seluruh insiden ini berpotensi untuk memberikan dampak negatif pada produksi iPhone, serta pendistribusiannya. Pada tanggal 7 November lalu, Apple telah memperkirakan pendistribusian iPhone 14 Pro dan iPhone 14 Pro Max lebih sedikit dibandingkan antisipasi sebelumnya.
 
Sejumlah analis memperkirakan bahwa jika permasalahan saat ini berlangsung selama bulan Desember, produksi iPhone akan berkurang sekitar 10 juta unit dari jumlah yang telah direncanakan sebelumnya.
 
Prediksi lainnya yaitu unit iPhone 14 model Pro yang tersedia akan berkurang 25 persen hingga 30 persen dibandingkan dengan jumlah unit normal menjelang musim belanja akhir tahun yang akan terjadi dalam waktu dekat ini.
 
Di sisi lain, sumber internal Foxconn menyebut insiden ini telah berdampak besar pada citra publik perusahaannya, namun berdampak kecil pada kapasitas produksi mereka. Foxconn mengklaim kapasitas produksi perusahaannya saat ini tidak terdampak, karena pegawai yang mengundurkan diri belum menjalani pelatihan atau belum mulai bekerja.
 
Kerusuhan pekerja sebagian dipicu oleh pembatasan COVID yang ketat, memaksa pabrik untuk beroperasi dalam mode loop tertutup, dan menempatkan karyawan baru di asrama yang digunakan bersama dengan orang yang positif COVID.
 
(MMI)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif