Rangkul Pelanggan, Red Hat Gelar Partner Conference APAC 2018
Acara Red Hat Partner Conference APAC 2018
Bali: Penyedia solusi korporate berbasis Linux Red Hat kembali menggelar ajang tahunan Partner Conference APAC 2018.

Acara berskala Asia Pasifik yang berlangsung 10-12 Juli di Nusa Dua, Bali ini, mempertemukan Red Hat dengan para partner. Salah satu topik utama dalam Partner Conference adalah memperkenalkan inovasi baru dan mempererat hubungan.

Dalam acara ini, Red Hat mengusung tema “Stronger Together”, dan menekankan sejumlah inovasi yang membantu perusahaan menghadapi transformasi digital. Mereka juga mengumumkan sejumlah pencapaian, tak lupa beberapa partner baru.


Sebagai tuan rumah, Red Hat juga mengundang beberapa pembicara dari partner strategis yang memberikan penjelasan mengenai keuntungan dalam transformasi digital dan hasil implementasi yang sukses.

Pihak Red Hat menjelaskan bahwa partner atau pelanggan merupakan komponen penting untuk Red Hat demi membuka potensi baru. 

“Model bisnis baru saat ini lebih terpusat pada konsumen. Perusahaan harus bisa memberikan pengalaman tambahan demi membuat mereka rela mengeluarkan uang lebih,” kata SVP and General Manager Red Hat Asia Pacific, Dirk-Peter van Leeuwen.

Salah satu hal yang menarik adalah Red Hat melihat pertumbuhan adopsi layanan mereka terus meningkat untuk wilayah Asia Pasifik. Ini juga menjadi salah satu faktor pendukung Partner Conference digelar khusus untuk wilayah ini. Red Hat memberikan kesempatan kepada beberapa partner mereka yang telah berhasil menciptakan inovasi untuk konsumen.

NTT Data, Deloitte Consulting, dan Fujitsu adalah perusahaan Asia Pasifik yang menjalin kerja sama dengan Red Hat. Implementasi layanan lebih kepada transformasi digital yang meningkatkan dan menyederhanakan platform yang sudah ada dengan OpenShift milik Red Hat.

Implementasinya bermacam-macam, seperti pengaturan standar untuk layanan agar semua platform terintegrasi, atau penerapan mission critical server.

Red Hat juga menekankan bahwa mereka telah bekerja sama dengan Microsoft Azure dan perusahaan teknologi lainnya untuk mengintegrasi layanan. Ini berguna bagi konsumen yang ingin menyederhanakan sistem, tetapi mengadopsi beberapa platform yang berbeda.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.