Pengapalan iPhone diperkirakan akan mengalami penurunan sebesar 10 persen akibat virus korona.
Pengapalan iPhone diperkirakan akan mengalami penurunan sebesar 10 persen akibat virus korona.

Analis Prediksi Pengapalan iPhone Turun 10% Akibat Virus Korona

Teknologi teknologi virus korona apple
Lufthi Anggraeni • 04 Februari 2020 10:23
Jakarta: Apple menghadapi Q4 yang baik dengan iPhone 11 mendominasi penjualan smartphone secara global. Namun prospek Q1 Apple diprediksi analis Ming-Chi Kuo akan mengalami dampak dari penyebaran virus korona.
 
Kuo memprediksi penurunan pengapalan smartphone sebanyak 10 persen, menurun menjadi 30 hingga 40 juta unit untuk kuartal pertama tahun 2020, meski mendapatkan jaminan dari Foxconn pada pekan lalu, seperti laporan GSM Arena.
 
Foxconn menjanjikan bahwa produksi komponen kamera iPhone dan komponen lain yang dibuat di pabrik Foxconn di Wuhan, pusat penyebaran virus korona tidak akan terdampak. Tidak hanya model yang saat ini tersedia di pasar, iPhone 9 atau SE 2 seharusnya telah mulai diproduksi pada bulan ini, sebagai persiapan untuk diluncurkan pada bulan Maret mendatang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, akibat penyebaran virus korona ini, pasokan awal untuk smartphone terbaru Apple diperkirakan akan hadir dalam jumlah terbatas. Aksesori Apple seperti AirPods juga diperkirakan akan terdampak dari insiden penyebaran virus korona ini.
 
Apple menutup toko retail resminya di wilayah Tiongkok hingga akhir pekan mendatang, sebagai bentuk kewaspadaan. Kuo juga memprediksi bahwa pasar Tiongkok secara keseluruhan mengalami penurunan 50 hingga 60 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, setelah perayaan Tahun Baru Imlek akibat penyebaran virus korona.
 
Sebelumnya, Apple kembali menindaklanjuti perkembangan virus Korona di Tiongkok. Setelah membatasi perjalanan pegawai ke Tiongkok dan menutup beberapa toko di area yang terpapar virus Korona, kini Apple memilih menutup semua operasionalnya.
 
Akhir pekan lalu, Apple memberikan instruksi kepada seluruh jajaran bisnisnya. Mereka akan menutup sementara semua operasional bisnis di Tiongkok, baik toko ritel maupun kantornya. Awalnya mereka hanya menutup tiga toko di negara tersebut.
 
Apple menyatakan akan memberlakukan kebijakan terbarunya mulai 9 Februari 2020. Mereka akan menutup operasional bisnis di 42 lokasi di seluruh Tiongkok. Sementara itu, Apple mengumumkan bahwa peta dengan desain versi baru pada aplikasi Maps resminya kini telah digulirkan kepada seluruh pengguna di Amerika Serikat.
 
Peta baru ini diklaim menyuguhkan tampilan lebih detail jika dibandingkan dengan sebelumnya, dan memberikan pengguna akan memperoleh tampilan lebih baik dari jalan, bangunan, taman dan sebagainya.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif