Ilustrasi.
Ilustrasi.

WhatsApp Nyatakan Celah Keamanan di Versi Desktop Telah Ditangani

Teknologi media sosial teknologi whatsapp
Cahyandaru Kuncorojati • 06 Februari 2020 18:34
Jakarta: Sebelumnya Medcom.id melaporkan bahwa ada celah keamanan di aplikasi WhatsApp versi desktop atau yang digunakan dengan mengunduh aplikasi di PC.
 
Celah keamanan ini dilaporkan oleh peneliti keamanan siber dari firma PerimeterX, Gal Weizman berisi malware. Malware yang dieksekusi lewat file Java Script diklaim bisa mengakses data pengguan di PC berbasis Windows dan Mac. Hal ini berakibat peretas bisa mencuri data pengguna.
 
Celah keamanan ini mengancam WhatsApp versi desktop, termasuk WhatsApp Web yang masih mengandalkan web engine Google Chromium versi 69. Hal ini dilaporkan juga bisa menjangkiti ponsel iPhone atau sistem operasi iOS yang terhubung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pihak WhatsApp telah berkomunikasi dengan Medcom.id terkait laporan celah keamanan ini. Mereka mengklaim bahwa celah keamanan ini sudah ditangani bahakan sejak pertengahan Desember lalu.
 
"WhatsApp selalu bekerja sama dengan pakar riset keamanan untuk mencegah risiko ancaman di sisi pengguna. Dalam hal ini, kami telah mengatasi masalah yang secara teori dapat mempengaruhi pengguna iPhone yang membuka tautan berbahaya saat menggunakan WhatsApp di desktop mereka," tulis perwakilan WhatsApp melalui surat elektronik.
 
"Bug atau celah keamanan ini sudah kami tangani dan tidak berlaku lagi sejak pertengahan Desember lalu," klaim pihak WhatsApp. Meskipun begitu, laporan dari Weizman baru mulai ramai diekspos media beberapa hari belakangan.
 
Laporan Weizman menyatakan bahwa WhatsApp versi 0.4.9309 dan di bawahnya memiliki celah keamanan ini. Kemudian ancaman ini juga bisa ditemukan apabila terhubung ke WhatsApp iOS versi 2.20.10.
 
Pengguna WhatsApp bisa cukup tenang karena celah ini telah ditangani. Tetap saja, WhatsApp masih menjadi bahan pembicaraan terkait kasus peretasan iPhone X milik miliuner sekaligus pendiri Amazon, Jeff Bezos yang dilakukan via video yang dikirim di WhatsApp.
 
Belakangan juga diketahui bahwa PBB sudah menganjurkan pegawai termausk petingginya untuk tidak meggunakan aplikasi WhatsApp untuk komunikasi internal.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif