Ilustrasi.
Ilustrasi.

Kebocoran Data Nasabah, Kemenkominfo Panggil BRI Life

Teknologi Kominfo teknologi cyber security
Cahyandaru Kuncorojati • 29 Juli 2021 09:34
Jakarta: Kasus kebocoran data nasabah asuransi BRI Life masih menjadi perbincangan sejak kemarin dan investigasi mendalam telah dilakukan pihak perusahaan. Hal ini sangat disayangkan karena kabar buruk tersebut pertama kali diketahui oleh pihak luar.
 
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memutuskana untuk memanggill pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan data tersebut, hal yang selalu dilakukan pada beberapa kasus kebocoran data di Indonesia yang pernah terjadi.
 
Dikutip dari siaran pers yang dibagikan (Kominfo) mereka mengklaim telah memanggil dan meminta keterangan dari Direksi Asuransi BRI Life. Pemanggilan ini sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi dalam catatan yang dibagikan tersebut menyatakan bahwa BRI Life menduga ada celah keamanan dalam sistem elektronik mereka yang kemudian dieksploitasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
 
BRI Life sendiri sudah mengambil langkah responsif untuk menghentikan akses tanpa izin di sistem elektronik mereka. Pihak BRI Life juga diklaim sudah melakukan investigasi mendalam dengan menggandeng konsultan forensik digital dan tim internal BRI Life.
 
Pihak pengelola data (BRI Life) berjanji akan menyampaikan temuan hasil ivestigasi  serta dalam prosesnya didampingi oleh Kementerian Kominfo. Pemeriksaan juga dilakukan oleh Kominfo dengan menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara dan berkoordinasi bersama Polri sebagai otoritas penegak hukum tindak pidana ITE.
 
Langkah tersebut disebut Kominfo sesuai dengan UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Eletronik yang diubah oleh UU No. 19 Tahun 2016. Sebelumnya dilaporkan bahwa firma keamanan siber luar negeri menemukan data yang berasal dari nasabah BRI Life diperjual belikan di internet.
 
Klaim dan bukti kasus kebocoran data nasabah BRI Life tersebut dilaporkan oleh akun Twitter @ UnderTheBreach milik Alon Gal, seorang co-founder dan CTO dari perusahaan investigasi kejahatan siber bernama Hudson Rock.
 
Data nasabah BRI Life yang bocor diklaim terdiri dari informasi pribadi dua juta nasabah dan 463.000 dokumen. Di dalamnya diperlihatkan juga terdiri dari foto KTP, nomor rekening, nomor wajib pajak, akte kelahiran, dan rekam medis nasabah.
 
Akun Twitter @UnderTheBreach mengklaim semua data tersebut sudah diperjual belikan dengan harga USD7.000 atau kisaran Rp101,6 juta. Di akun Twitter @HRock milik firma Hudson Rock disebutkan bahwa data yang bocor diperoleh lewat aksi peretasan komputer pegawai BRI Life.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif