WhatsApp dilaporkan tengah menguji fitur baru, ditujukan untuk membantu memerangi spam dan berita bohong.
WhatsApp dilaporkan tengah menguji fitur baru, ditujukan untuk membantu memerangi spam dan berita bohong.

WhatsApp Bisa Tampilkan Frekuensi Berita Bohong

Teknologi whatsapp
Lufthi Anggraeni • 25 Maret 2019 08:18
Jakarta: WhatsApp tengah menguji fitur baru yang memungkinkan pengguna melihat frekuensi satu pesan dikirimkan. Update beta ke versi 2.19.80 didukung fungsionalitas baru memungkinkan pengguna mengetahui frekuensi pesan yang diterima dikirimkan.
 
Phone Arena melaporkan, untuk dapat memperoleh informasi ini, pengguna perlu meneruskan pesan yang diterimanya, mengakses bagian info pesan, dan pengguna dapat menemukan data tersebut di bagian tersebut.
 
Pesan yang telah diteruskan sebanyak lima kali atau lebih akan ditandai dengan gelembung menyebut “Frequently Forwarded”. Frekuensi pesan yang dikirimkan via WhatsApp dan diteruskan kembali telah dapat ditemukan di bagian info pesan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Apabila memasang versi beta aplikasi pesan instan ini di perangkat Android atau iOS, pengguna akan menemukan jumlah pesan yang mereka dikirimkan atau diterima diteruskan kembali oleh pengguna lain.
 
WhatsApp disebut akan menambahkan fitur ini untuk membantu pengguna mengetahui otentikasi informasi yang mereka terima atau kirimkan. Sejumlah pesan yang telah diteruskan sebanyak beberapa kali akan ditandai sebagai spam, ataupun berita bohong.
 
Sebelumnya, WhatsApp mengumumkan kehadiran aplikasi bisnis karyanya, WhatsApp Business, di perangkat bersistem operasi iOS. Serupa aplikasi versi standar, WhatsApp Business merupakan aplikasi yang dapat diunduh secara gratis, namun hadir dengan fitur dan alat tambahan yang ditujukan untuk usaha kecil.
 
Fitur dan alat tersebut akan memungkinkan bisnis berinteraksi dengan konsumen secara lebih mudah. Sejumlah fitur dan alat yang ditawarkan WhatsApp pada aplikasi versi bisnis ini termasuk automasi, penyingkatan, dan kemampuan membalas pesan secara lebih cepat.
 
WhatsApp terus berusaha membuat fitur untuk mencegah penyebaran berita palsu. Versi beta terbaru dari WhatsApp telah dilengkapi dengan peramban dalam aplikasi dan fitur reverse image search, yang memungkinkan pengguna untuk mencari sumber sebuah gambar.
 
Fitur peramban dalam aplikasi memang tidak membantu banyak untuk memerangi berita palsu. Namun, fitur ini memang telah lama ditunggu. WhatsApp disebut akan melarang pengguna untuk mengambil screenshot atau merekam apa yang sedang mereka lakukan di peramban dalam aplikasi.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif