Pembaruan daftar EOL tersebut menjadi informasi penting bagi pengguna smartphone maupun tablet Xiaomi yang masih menggunakan perangkat keluaran beberapa tahun lalu. Pasalnya, meski perangkat tetap dapat digunakan seperti biasa, penghentian dukungan software akan berdampak pada keamanan, kompatibilitas aplikasi, hingga pengalaman penggunaan dalam jangka panjang.
Berdasarkan daftar terbaru yang dipublikasikan melalui forum resmi Xiaomi, terdapat sekitar 10 perangkat yang kini resmi tidak lagi menerima pembaruan software dari perusahaan. Daftar tersebut mencakup smartphone flagship, perangkat kelas menengah, hingga tablet premium yang sebelumnya cukup populer di pasaran.
Salah satu model yang paling menarik perhatian adalah Xiaomi 12 dan Xiaomi 12 Pro. Kedua smartphone flagship tersebut kini telah resmi memasuki daftar EOL setelah masa dukungan software berakhir.
Status End-of-Life menandakan bahwa Xiaomi telah menghentikan seluruh dukungan software untuk perangkat tertentu. Dengan demikian, pengguna tidak akan lagi menerima pembaruan HyperOS maupun versi Android terbaru.
Selain itu, perangkat yang sudah masuk daftar EOL juga tidak lagi memperoleh patch keamanan bulanan, perbaikan bug yang ditemukan setelah masa dukungan berakhir, optimalisasi performa sistem, serta penambahan fitur baru, termasuk fitur berbasis kecerdasan buatan (AI).
Bagi sebagian pengguna, kondisi tersebut mungkin tidak langsung terasa karena smartphone masih dapat digunakan untuk menelepon, berkirim pesan, mengakses media sosial, hingga menjalankan berbagai aplikasi sehari-hari.
Namun dalam jangka panjang, tidak adanya pembaruan keamanan membuat perangkat menjadi lebih rentan terhadap celah keamanan yang baru ditemukan. Risiko tersebut semakin besar apabila smartphone digunakan untuk aktivitas penting seperti mobile banking, transaksi digital, pekerjaan, maupun penyimpanan data pribadi.
Berikut daftar 10 perangkat yang kini resmi masuk daftar EOL Xiaomi terbaru.
- Xiaomi 12
- Xiaomi 12 Pro
- Xiaomi 12S Ultra
- Poco X5
- Poco X5 Pro 5G
- Redmi K60E
- Redmi 10 5G
- Xiaomi Pad 6
- Xiaomi Pad 6 Pro
- Xiaomi Pad 6 Max
Daftar tersebut menunjukkan bahwa penghentian dukungan tidak hanya berlaku untuk smartphone, tetapi juga mencakup sejumlah tablet Xiaomi yang sebelumnya menjadi pilihan pengguna untuk kebutuhan produktivitas maupun hiburan.
Masuknya sejumlah perangkat ke daftar EOL bukan berarti Xiaomi menghentikan dukungan lebih cepat dari yang dijanjikan. Sebaliknya, langkah tersebut dinilai sesuai dengan kebijakan pembaruan software yang telah diumumkan perusahaan saat produk diluncurkan.
Sebagai contoh, Xiaomi 12 dan Xiaomi 12 Pro yang diperkenalkan pada tahun 2022 memang hanya dijanjikan memperoleh tiga tahun pembaruan sistem operasi Android serta empat tahun pembaruan keamanan sejak tanggal peluncuran resminya.
Setelah periode tersebut berakhir, perangkat secara otomatis memasuki fase End-of-Life sehingga tidak lagi menjadi bagian dari program pembaruan Xiaomi. Kebijakan seperti ini juga diterapkan oleh sebagian besar produsen smartphone Android lainnya.
Lama dukungan umumnya bergantung pada segmen perangkat, tahun peluncuran, serta kebijakan software yang berlaku saat produk dirilis. Kendati telah masuk daftar EOL, Xiaomi menegaskan bahwa perangkat tersebut tetap dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Pengguna masih dapat menjalankan aplikasi yang telah terpasang, melakukan komunikasi, mengakses internet, hingga memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia. Namun seiring waktu, perangkat berpotensi menghadapi beberapa kendala.
Kendala tersebut antara lain lebih rentan terhadap ancaman keamanan karena tidak lagi memperoleh patch terbaru, potensi muncul masalah kompatibilitas dengan aplikasi versi terbaru, serta performa perangkat dapat menurun seiring bertambahnya usia software.
Situasi tersebut tidak selalu langsung terjadi, tetapi dapat dirasakan secara bertahap seiring berkembangnya aplikasi dan sistem operasi Android. Bagi pengguna yang masih memakai perangkat lama untuk aktivitas penting, Xiaomi menyarankan mulai mempertimbangkan beralih ke perangkat yang masih berada dalam masa dukungan resmi.
Perangkat yang masih didukung akan terus menerima pembaruan HyperOS, versi Android terbaru, patch keamanan berkala, serta berbagai fitur baru, termasuk peningkatan kemampuan berbasis AI. Dengan demikian, pengguna tidak hanya memperoleh pengalaman penggunaan lebih optimal, tetapi juga perlindungan keamanan lebih baik terhadap ancaman digital yang terus berkembang.
Karena itu, sebelum memutuskan tetap menggunakan perangkat yang telah masuk daftar EOL, pengguna perlu mempertimbangkan kebutuhan masing-masing. Jika smartphone hanya digunakan untuk komunikasi ringan atau perangkat cadangan, status EOL mungkin belum menjadi masalah besar.
Namun apabila perangkat digunakan untuk transaksi keuangan, pekerjaan, maupun penyimpanan data penting, beralih ke perangkat yang masih mendapatkan pembaruan resmi dapat menjadi pilihan lebih aman.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda