Jakarta: Persaingan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin memanas. Setelah OpenAI dengan GPT, Anthropic melalui Claude, serta Google dengan Gemini, kini perusahaan teknologi asal Tiongkok, Moonshot AI, turut mencuri perhatian lewat peluncuran Kimi K3.
Model AI terbaru ini disebut sebagai salah satu model bahasa atau large language model (LLM) terbesar di dunia dengan 2,8 triliun parameter. Berkat kapasitas tersebut, Kimi K3 diklaim mampu bersaing dengan model AI terkemuka asal Amerika Serikat, terutama dalam tugas pemrograman, penalaran rumit, hingga pemrosesan multimodal.
Tidak lama setelah dirilis, popularitas Kimi K3 langsung melonjak. Tingginya minat pengguna bahkan membuat Moonshot AI menghentikan sementara pendaftaran pelanggan baru karena kapasitas komputasi perusahaan tidak mampu mengimbangi lonjakan permintaan.
Sebagai informasi, Kimi K3 merupakan model bahasa AI terbaru yang dikembangkan oleh startup teknologi asal Tiongkok, Moonshot AI. Model ini dirancang sebagai sistem AI berperforma tinggi yang mampu menangani berbagai pekerjaan rumit, dari menulis kode program, memahami gambar, hingga menyelesaikan persoalan yang membutuhkan penalaran bertahap dalam waktu panjang.
Salah satu keunggulan utama Kimi K3 adalah jumlah parameternya yang mencapai 2,8 triliun, menjadikannya sebagai salah satu model AI open-weight terbesar yang pernah diperkenalkan. Berbeda dengan model tertutup atau closed model, sistem open-weight memungkinkan pengembang mengunduh dan melakukan kustomisasi model sesuai kebutuhan, meski tetap membutuhkan hardware dengan spesifikasi sangat tinggi.
Moonshot AI membekali Kimi K3 dengan sejumlah kemampuan yang menyasar pengguna profesional maupun pengembang aplikasi AI. Beberapa kemampuan utama Kimi K3 meliputi agentic coding, long-horizon reasoning, visual understanding dan swarm capability.
Sebagai informasi, agentic coding merupakan kemampuan membantu proses pemrograman tingkat lanjut secara lebih mandiri, sedangkan long-horizon reasoning adalah kemampuan melakukan penalaran rumit yang membutuhkan banyak langkah penyelesaian.
Sementara itu, visual understanding merupakan kemampuan yang memungkinkan model memahami informasi visual selain teks, sedangkan swarm capability memungkinkan banyak agen AI bekerja secara paralel untuk menyelesaikan tugas lebih efisien.
Selain itu, Kimi K3 memiliki jendela konteks hingga 1 juta token, memungkinkan AI memproses dokumen yang jauh lebih panjang dibandingkan dengan banyak model AI lain. Kapasitas konteks sebesar ini sangat berguna untuk menganalisis laporan panjang, basis kode atau codebase berukuran besar, hingga dokumen penelitian.
Moonshot AI menyediakan Kimi K3 untuk berbagai kalangan pengguna. Model ini dapat diakses melalui API bagi pengembang yang ingin mengintegrasikan AI ke dalam aplikasi mereka maupun melalui aplikasi seluler Kimi untuk penggunaan sehari-hari.
Selain itu, Moonshot AI juga mengklaim biaya penggunaan API Kimi K3 lebih kompetitif dibandingkan dengan sejumlah model AI terkemuka asal Amerika Serikat, sehingga menjadi salah satu daya tarik bagi perusahaan maupun pengembang yang ingin mengembangkan layanan berbasis AI dengan biaya lebih efisien.
Antusiasme terhadap Kimi K3 ternyata jauh melampaui perkiraan Moonshot AI. Dalam dua hari setelah peluncuran, jumlah permintaan pengguna meningkat tajam hingga mendekati batas kapasitas pusat komputasi atau compute cluster perusahaan tersebut.
Moonshot AI menyebut lonjakan tersebut sebagai unprecedented compute challenges, atau tantangan komputasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Akibatnya, perusahaan memutuskan menghentikan sementara pendaftaran pelanggan baru dan memprioritaskan kapasitas GPU bagi pelanggan berbayar yang sudah berlangganan.
Moonshot juga berencana membuka kembali pendaftaran secara bertahap setelah kapasitas komputasi berhasil ditingkatkan. Sebagai bagian dari strategi tersebut, Moonshot akan membagi paket langganan menjadi dua kategori, salah satunya dikhususkan untuk kebutuhan pemrograman.
Langkah ini diharapkan mampu mengalokasikan sumber daya komputasi secara lebih efisien sesuai karakteristik penggunaan. Sebagai informasi, Moonshot AI didirikan pada tahun 2023 oleh Yang Zhilin, peneliti AI yang pernah menempuh studi doktoral di Carnegie Mellon University, Amerika Serikat.
Dalam waktu singkat, perusahaan ini berkembang menjadi salah satu startup AI paling menjanjikan di Tiongkok. Berdasarkan dokumen penggalangan dana yang dikutip Reuters, Moonshot telah mengumpulkan pendanaan lebih dari USD5,5 miliar (Rp98,6 triliun) dari berbagai investor, termasuk Meituan, China Mobile, dan CPE.
Tidak hanya itu, Moonshot AI juga dikabarkan tengah mencari tambahan pendanaan hingga USD2 miliar (Rp35,9 triliun), dengan valuasi yang telah mencapai sekitar USD30 miliar (Rp538,05 triliun) pada bulan Juni lalu.
Moonshot disebut sedang mempersiapkan langkah menuju penawaran saham perdana (IPO) di Bursa Hong Kong bersama penasihat keuangan seperti Goldman Sachs dan China International Capital Corp (CICC).
Peluncuran Kimi K3 terjadi di tengah persaingan yang semakin sengit di industri AI Tiongkok. Selain Moonshot AI, sejumlah perusahaan seperti DeepSeek, Z.ai, MiniMax, hingga Alibaba juga berlomba menghadirkan model AI dengan kemampuan tinggi dan biaya penggunaan lebih rendah.
Namun, perusahaan tersebut masih menghadapi tantangan besar berupa keterbatasan akses terhadap chip AI canggih Nvidia akibat kebijakan pembatasan ekspor dari Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat kapasitas komputasi menjadi salah satu faktor penentu dalam pengembangan model AI berskala besar.
Kendati demikian, kehadiran Kimi K3 menunjukkan bahwa perusahaan AI asal Tiongkok terus memperkecil kesenjangan teknologi dengan pesaing global. Dengan kemampuan teknis yang kompetitif, kapasitas konteks mencapai satu juta token, serta biaya API yang lebih terjangkau, Kimi K3 berpotensi menjadi salah satu alternatif menarik bagi pengembang maupun perusahaan yang membutuhkan model AI berperforma tinggi.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan