Jakarta: Hasil riset terbaru dari International Workplace Group (IWG) menunjukkan bahwa enam dari sepuluh CEO dan CFO (60%) meyakini kehadiran AI membuat mereka tidak lagi dapat memprediksi kebutuhan ruang kantor secara akurat dalam dua tahun ke depan. Kondisi ini memicu pergeseran besar, para pemimpin bisnis mulai meninggalkan komitmen sewa jangka panjang dan beralih ke model ruang kerja fleksibel yang hemat modal serta mudah disesuaikan.
Sebanyak 73% eksekutif menyatakan bahwa perubahan teknologi yang terakselerasi oleh AI membuat organisasi semakin enggan terikat pada sewa properti tradisional. Dampaknya sangat signifikan, dengan hampir seluruh responden (99,8%) secara aktif mengalihkan pengeluaran properti mereka dari biaya tetap menjadi biaya variabel. Langkah ini diambil agar modal perusahaan dapat dialokasikan secara lebih efisien untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan inovasi teknologi.
Studi tersebut juga mengungkapkan bahwa 88% CEO menganggap fleksibilitas ruang kerja sebagai kebutuhan mutlak di tengah pesatnya dinamika teknologi. Saat mengevaluasi pengaruh teknologi terhadap strategi lokasi kantor, 42% eksekutif menyebutkan bahwa teknologi memfasilitasi kerja jarak jauh dan mengurangi ketergantungan pada kantor pusat tunggal.
Sementara itu, 39% responden menilai teknologi mendorong penerapan model kantor terdesentralisasi, dan 37% lainnya memanfaatkan fleksibilitas ini untuk memperluas akses terhadap talenta global yang tersebar di berbagai wilayah.
Efisiensi biaya kini menjadi pertimbangan universal dalam penentuan strategi lokasi kantor, dengan 99% pemimpin bisnis menjadikannya sebagai faktor pendorong, dan 27% di antaranya menganggapnya sebagai pertimbangan utama.
Dalam upaya ini, 57% perusahaan berinvestasi pada pengaturan kerja hibrida, 55% berencana membangun jaringan lokasi yang lebih dekat dengan tempat tinggal karyawan, dan 52% mempertimbangkan model kerja terdesentralisasi. Penerapan model kerja fleksibel yang dekat dengan kediaman staf ini diproyeksikan mampu meningkatkan produktivitas hingga 11% dalam lima tahun ke depan.
Meskipun keterikatan pada sewa jangka panjang berkurang, peran fisik kantor tidak memudar. Sebanyak 76% CEO menegaskan bahwa peran kantor justru akan semakin krusial dalam dua tahun mendatang sebagai pusat kolaborasi, inovasi, dan pembentukan budaya perusahaan. Hanya 0,8% responden yang beranggapan bahwa peran kantor akan menurun.
"AI mempercepat laju perubahan bagi setiap bisnis, dan perusahaan yang ingin sukses memerlukan strategi tempat kerja yang memungkinkan mereka menyesuaikan skala operasional dengan cepat sesuai kebutuhan, memangkas biaya tetap yang tidak perlu, serta memberikan akses kepada karyawan ke ruang kerja berkualitas tinggi di mana pun mereka membutuhkannya," CEO International Workplace Group, Christian Schmitz.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan