Arah tersebut terlihat dari pengembangan Biznet AI Center di Bali, pengoperasian jaringan kabel fiber optic bawah laut Biznet Nusantara Cable System (BNCS), hingga persiapan pembangunan BNCS-2 yang akan menghubungkan sejumlah wilayah di Jawa, Kalimantan, Madura, dan Bali.
Perubahan kebutuhan digital menjadi salah satu alasan di balik strategi tersebut. Biznet mengutip data PwC Global Workforce Hopes & Fears Survey 2025 yang menyebut 69 persen pekerja di Indonesia telah menggunakan AI untuk pekerjaannya dalam 12 bulan terakhir. Sementara penetrasi Internet Indonesia pada 2026 disebut telah mencapai 81,72 persen berdasarkan survei APJII.
Kondisi itu membuat kebutuhan infrastruktur tidak lagi sekadar soal tersedianya koneksi Internet. Kapasitas komputasi, pusat data, dan jalur konektivitas antardaerah ikut menjadi bagian penting dari ekosistem digital.
AI Center Disiapkan untuk Beban Komputasi Tinggi
Biznet telah membangun dan mengoperasikan BNCS sejak 2024. Perusahaan kini mempersiapkan BNCS-2, jaringan kabel laut yang dirancang menghubungkan Surabaya, Banjarmasin, Sumenep, dan Buleleng.
Biznet AI Center di Bali menjadi AI-Ready Data Center pertama Biznet. Fasilitas tersebut dirancang untuk menangani kebutuhan server AI dengan kapasitas listrik yang lebih besar dibandingkan data center konvensional.
Salah satu aspek yang disiapkan adalah kapasitas daya hingga 145 kW per rak, ditambah teknologi liquid cooling untuk sistem pendinginan server. AI Center tersebut juga memiliki laboratorium pengembangan AI sehingga fungsinya tidak berhenti sebagai lokasi penyimpanan dan pemrosesan data.
President Director Biznet Adi Kusma mengatakan kebutuhan infrastruktur digital kini telah berkembang seiring meningkatnya penggunaan AI.
“Selama 26 tahun mendukung transformasi digital Indonesia, dalam perjalanannya, kami terus berupaya untuk dapat menjawab kebutuhan masyarakat digital,”
Kami memahami betul bahwa saat ini kebutuhan digital tidak terbatas pada konektivitas semata, namun juga kapasitas besar untuk mengakselerasi segala kegiatan komputasi dan pengolahan data yang lebih besar untuk mendukung implementasi AI yang sedang berkembang saat ini,” ujar Adi Kusma.
Penguatan infrastruktur juga dilakukan di sisi konektivitas. Biznet telah membangun dan mengoperasikan BNCS sejak 2024. Perusahaan kini mempersiapkan BNCS-2, jaringan kabel laut yang dirancang menghubungkan Surabaya, Banjarmasin, Sumenep, dan Buleleng.
Pembangunan jalur tersebut diarahkan untuk meningkatkan kecepatan dan kualitas layanan di wilayah yang terhubung. Bagi Biznet, kabel bawah laut bukan hanya jalur penghubung antardaerah, tetapi bagian dari infrastruktur yang dapat mendukung aktivitas digital di berbagai wilayah Indonesia.
Saat ini jaringan Biznet telah menjangkau lebih dari 200 kota dan kabupaten di Jawa, Bali, Sumatra, Bangka, Batam, Kalimantan, Sulawesi, dan Flores, dengan lebih dari 3 juta homepass serta dukungan lebih dari 300 kantor cabang.
Perluas Manfaat Konektivitas hingga Masyarakat
Saat ini jaringan Biznet telah menjangkau lebih dari 200 kota dan kabupaten di Jawa, Bali, Sumatra, Bangka, Batam, Kalimantan, Sulawesi, dan Flores, dengan lebih dari 3 juta homepass serta dukungan lebih dari 300 kantor cabang.
Ekspansi infrastruktur juga dibarengi program untuk masyarakat di sekitar fasilitas Biznet. Pada 2026, perusahaan memberikan layanan Internet gratis kepada lebih dari 300 kepala keluarga di sekitar Biznet MarinePOP di Kabupaten Jembrana, Serang, Karawang, dan Gresik.
Di sisi pelanggan, Biznet terus mengembangkan MyBiznet App. Aplikasi tersebut tidak hanya digunakan untuk mengelola layanan dan memperoleh informasi, tetapi juga mulai memanfaatkan AI agar dukungan layanan dapat diberikan secara lebih cepat, responsif, dan personal.
Perayaan 26 tahun Biznet turut diisi program Biznet Prize Vaganza serta peningkatan kapasitas bandwidth 100 Mbps selama Oktober 2026 tanpa biaya tambahan bagi pelanggan Biznet Home.
Adi menegaskan investasi perusahaan akan terus diarahkan pada infrastruktur, teknologi, dan pengalaman pelanggan.
“Bagi kami, 26 tahun bukan hanya tentang seberapa jauh kami melayani masyarakat, tetapi juga tentang apa yang dapat kami berikan kedepannya. Karena itu, kami akan terus berinvestasi pada infrastruktur, teknologi, dan pengalaman pelanggan untuk menciptakan lebih banyak nilai serta mendukung Indonesia menjadi semakin terhubung,” tutup Adi.