Ilustrasi
Ilustrasi

TaniHub Gandeng Boost Indonesia Percepat Inklusi Keuangan

Teknologi teknologi startup
Lufthi Anggraeni • 19 Oktober 2020 19:05
Jakarta: TaniHub Group mengumumkan kerja sama dengan Boost Indonesia, platform keuangan digital yang dikembangkan oleh Axiata Digital Services Indonesia.
 
Kolaborasi ini memungkinkan kedua belah pihak saling melengkapi dalam hal peningkatan kesejahteraan petani dan inklusi keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
 
Melalui kerja sama ini, TaniHub Group akan menjadi pemasok hasil tani dan produk pangan kepada mitra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Boost Indonesia yang dikenal dengan nama Merchant.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan dukungan pasokan dari TaniHub, para Merchant dapat menawarkan produk pangan dan hasil tani melalui aplikasi BoostPenjual milik Boost Indonesia. Dengan dimulainya kolaborasi tersebut, kedua belah pihak dapat menawarkan solusi peningkatan kesejahteraan petani sekaligus UMKM Indonesia.
 
Hasil panen petani binaan maupun petani mitra TaniHub Group dapat secara langsung diserap dan dijual melalui para Merchant Boost. Tidak hanya itu, masyarakat juga semakin mudah untuk mengakses dan mendapatkan bahan pangan berkualitas dari petani Indonesia.
 
“Kolaborasi yang terjalin antara TaniHub Group dan Boost Indonesia melebarkan akses mitra petani TaniHub Group dalam bidang penyerapan hasil tani, juga akses Merchant Boost kepada bahan pangan berkualitas,” ujar Ivan Arie Sustiawan, CEO TaniHub Group.
 
“Melalui program ini pula, Boost akan memfasilitasi para Merchant Boost melalui dukungan TaniHub Group agar para Merchant kami bisa mendapatkan layanan modal kerja dari penyedia layanan keuangan,” kataJoseph Lumban Gaol, CEO PT Axiata Digital Services Indonesia.
 
Kolaborasi antara TaniHub Group dengan Boost Indonesia diharapkan akan ikut menyumbang peningkatan dan realisasi inklusi keuangan bagi para pelaku UKM ritel dan petani. Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2019, tingkat literasi keuangan mencapai 38,03 persen dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 76,19 persen.
 
Angka tersebut melampaui target yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam Peraturan Presiden No. 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) sebesar 75 persen untuk tingkat inklusi keuangan, dan 35 persen untuk tingkat literasi keuangan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam Peraturan Presiden No. 50 Tahun 2017 tentang Strategi Nasional Perlindungan Konsumen.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif