OJK sebut fintech penagih pinjaman setelah masa penagihan berakhir berpeluang kehilangan izin.
OJK sebut fintech penagih pinjaman setelah masa penagihan berakhir berpeluang kehilangan izin.

OJK Tak Ragu Cabut Izin Fintech yang Nakal

Teknologi teknologi startup fintech
Lufthi Anggraeni • 14 Februari 2019 16:11
Jakarta: Pemberitaan terkait upaya putus asa sejumlah peminjam di layanan pinjaman online (pinjol) sempat meramaikan media di Indonesia. Sejumlah peminjam mengeluhkan tindak penagihan layanan yang dinilai anarkis.
 
Hal ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, terutama yang masih kesulitan dalam mendapatkan akses ke layanan keuangan konvensional. Regulator jasa keuangan di Indonesia menyebut pengguna seharusnya tidak mengkhawatirkan hal tersebut.
 
Fintech P2P lending hanya salah satu dari layanan pinjaman online, jadi tidak semua layanan pinjaman online itu adalah fintech P2P lending. Peminjam di fintech ini bisa lebih merasa aman karena dibawahi oleh asosiasi,” ujar Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Financial Technology Otoritas Jasa Keuangan Hendrikus Pasagi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Asosiasi AFPI yang menaungi layanan fintech memiliki regulasi yang mengatur tingkat bunga maksimum dan rentang waktu penagihan. Hendrikus juga menyebut bahwa upaya putus asa yang dilakukan peminjam layanan tidak semestinya terjadi.
 
Sebab, terdapat regulasi yang mengatur batas waktu penagihan pinjaman oleh layanan kepada peminjam, yaitu selama 90 hari. Setelah batas waktu tersebut berakhir, lanjut Hendrikus, peminjam tidak lagi berhak melakukan penagihan.
 
Peminjam yang tidak dapat membayarkan kembali dan masih ditagih setelah 90 hari, dapat melaporkan layanan tersebut kepada OJK. Hendrikus menyebut layanan peminjam tersebut berpeluang untuk kehilangan izin operasional.
 
Meskipun demikian, regulasi ini tidak berarti akan menguntungkan bagi peminjam yang tidak mampu membayarkan kembali pinjaman tersebut.
 
Sebab, lanjut Hendrikus, informasi terkait peminjam akan masuk ke dalam daftar orang tercela di OJK, berakibat peminjam tidak lagi dapat mengajukan di layanan manapun.
 
Sebelumnya, akibat maraknya kasus penipuan yang melibatkan layanan fintech, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso meminta masyarakat berhati-hati dalam meminjam dana melalui perusahaan fintech dan mengimbau untuk menggunakan layanan yang telah terdaftar.
 
Kasus pinjaman online ini sebelumnya kembali menelan korban, setelah seorang supir taksi ditemukan tewas akibat gantung diri di kamar kos akibat terjerat pinjaman online dengan pelanggaran terkait dengan bunga berlipat dan cara penagihan tidak beretika.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi