Meutya Hafid, Menteri Komunikasi & Digital RI bersama Josephine Teo, Menteri Pengembangan Digital & Informasi Singapura dalam sesi Fireside Chat Bali Tech Week 2026
Meutya Hafid, Menteri Komunikasi & Digital RI bersama Josephine Teo, Menteri Pengembangan Digital & Informasi Singapura dalam sesi Fireside Chat Bali Tech Week 2026

Bali Tech Week 2026 Perkuat Ekosistem Digital ASEAN

Mohamad Mamduh • 29 Oktober 2026 13:40
Ringkasnya gini..
  • Bali Tech Week 2026 diselenggarakan Komdigi pada 19–23 Oktober 2026 di Bali dengan menghadirkan 13 agenda teknologi.
  • HUB.ID Global Summit mempertemukan 81 startup, 45 investor, dan 35 korporasi dari 13 negara.
  • IGDX 2026 menghadirkan 244 studio gim dan 66 publisher dari 31 negara.
Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sukses menyelenggarakan Bali Tech Week (BTW) 2026 pada 19–23 Oktober 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali. Acara ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri, startup, investor, akademisi, dan komunitas dari Indonesia serta berbagai negara untuk memperluas peluang investasi, akses pasar global, dan pengembangan kecerdasan artifisial (AI).
 
2249fdea-3b7b-4f33-99ba-ddd8c1f66486
Sumber: SWN PR Advisory

Mengusung tema “Archipelago Ascending: Advance Together, Innovate Further”, Bali Tech Week 2026 menghadirkan 13 agenda teknologi dengan semangat Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Sejumlah inovasi turut diperkenalkan, mulai dari model bahasa besar atau large language model (LLM) yang dikembangkan GoTo hingga sembilan solusi AI lokal dari Telkomsel.
 

Bali Tech Week Buka Peluang Investasi dan Pasar Global


Melalui HUB.ID Global Summit 2026, Komdigi mempertemukan 81 startup, 45 investor, dan 35 korporasi dari 13 negara dalam sesi business matchmaking. Pertemuan ini membuka peluang bagi startup untuk menjangkau calon pelanggan, membangun kemitraan strategis, serta menjajaki akses pendanaan dan pasar internasional.

Di sektor gim, Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2026 yang diselenggarakan Komdigi bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI) mempertemukan 244 studio gim dan 66 publisher dari 31 negara. Forum tersebut memberikan kesempatan bagi pengembang gim Indonesia untuk menjajaki kerja sama penerbitan, distribusi, investasi, dan pengembangan produk bersama mitra internasional.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, mengatakan Bali Tech Week 2026 menjadi upaya kolaboratif untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia.

“Melalui HUB.ID Global Summit, kolaborasi ini diterjemahkan menjadi pertemuan bisnis yang terarah, membuka akses pendanaan, kemitraan strategis, dan pasar bagi inovasi Indonesia,” ujar Edwin.
 

GoTo dan Telkomsel Perkenalkan Inovasi AI Lokal


Bali Tech Week 2026 juga menjadi panggung bagi pengembangan teknologi AI yang dirancang untuk memahami kebutuhan masyarakat Indonesia. GoTo meluncurkan model bahasa besar open-source dengan 27 miliar parameter yang dikembangkan untuk memahami bahasa Indonesia dan sejumlah bahasa daerah, termasuk Jawa, Sunda, Bali, dan Batak.

Model tersebut disediakan secara gratis bagi startup, pelaku bisnis, universitas, peneliti, serta institusi publik agar dapat digunakan dan diadaptasi dalam pengembangan solusi AI.

Sementara itu, Telkomsel menampilkan sembilan produk dan layanan berbasis AI yang dikembangkan secara lokal. Sejumlah inovasi yang diperkenalkan meliputi SISCAMLING untuk membantu mengenali indikasi penipuan dan komunikasi mencurigakan, Adelia sebagai mesin pencarian dan asisten AI, Sacred Octagon untuk pembelajaran matematika, serta AUREL untuk membantu pengguna mengakses informasi dan ringkasan bisnis.

Inisiatif pengembangan AI juga diperkuat melalui peluncuran Project NUSA (Network for Unified, Secure AI) oleh KORIKA bersama AI Singapore dalam The 6th Artificial Intelligence Impact Summit (AIIS) 2026. Program ini bertujuan mengembangkan fondasi tata kelola dan pengetahuan lokal untuk mendukung penerapan AI yang aman, tepercaya, dan relevan dengan kebutuhan industri.
 

Komdigi Siapkan Empat Agenda Aksi Digital


Selain pengembangan AI, Bali Tech Week 2026 membahas penguatan infrastruktur digital, keamanan siber, investasi pusat data, dan tata kelola aset digital. Berbagai forum yang diselenggarakan turut menyoroti pentingnya kepastian regulasi, perlindungan konsumen, keamanan siber, serta kesiapan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital.

Kolaborasi regional juga menjadi perhatian melalui dialog Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid bersama Menteri Pembangunan Digital dan Informasi Singapura Josephine Teo serta Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil. Pembahasan mencakup kepercayaan digital, tata kelola AI, perlindungan anak, dan tanggung jawab platform digital.

Untuk menindaklanjuti rangkaian kegiatan tersebut, Komdigi menetapkan empat agenda aksi untuk memperkuat kedaulatan digital Indonesia, yakni pemetaan infrastruktur dan teknologi digital nasional, pengembangan percontohan adopsi teknologi, penguatan talenta dan inovasi AI, serta penyelarasan regulasi dan investasi dengan perkembangan teknologi.

Dokumen pemetaan infrastruktur ditargetkan selesai dalam 30 hari sejak agenda tersebut disampaikan. Hasilnya diharapkan menjadi dasar penyusunan rencana aksi bersama pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan komunitas teknologi.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan pentingnya tindak lanjut setelah forum teknologi berakhir.

“Forum yang baik tidak hanya diukur dari ramainya diskusi ataupun dinamisnya perbincangan, melainkan dari apa yang akan kita kerjakan setelahnya,” ujar Nezar dalam Sovereign Tech Summit pada 22 Oktober.

Melalui Bali Tech Week 2026, Komdigi berharap kolaborasi yang terbangun dapat berlanjut menjadi investasi, kemitraan bisnis, adopsi teknologi, dan pengembangan industri digital Indonesia yang mampu menjangkau pasar lebih luas.

(Zalsabila Natasya)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA