Presiden Direktur Schneider Electric Indonesia dan Timor Leste, Martin Setiawan dalam peluncuran program Electrician Academy. Foto: Medcom.id/Syahrul Ramadhan)
Presiden Direktur Schneider Electric Indonesia dan Timor Leste, Martin Setiawan dalam peluncuran program Electrician Academy. Foto: Medcom.id/Syahrul Ramadhan)

Dari Tukang Menjadi Ahli, Electrician Academy 2026 Schneider Electric Siap Cetak Instalatir Listrik Kompeten

Muhammad Syahrul Ramadhan • 28 Oktober 2026 14:33
Jakarta: Profesi tukang listrik kini tak lagi dipandang sebelah mata. Melalui program Electrician Academy 2026 yang diinisiasi oleh Schneider Electric, para pekerja di bidang kelistrikan didorong untuk "naik kelas" menjadi ahli listrik profesional. 

Menjaring hingga 8.000 peserta pada tahun ini, program tersebut tidak hanya memberikan pelatihan komprehensif. Melalui kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik) Kementerian ESDM, program ini juga membuka akses sertifikasi kompetensi bagi teknisi di bidang pemeliharaan instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah.  

Presiden Direktur Schneider Electric Indonesia dan Timor Leste, Martin Setiawan, mengungkapkan peran instalatir listrik semakin penting di tengah pertumbuhan kebutuhan listrik dan perkembangan teknologi. 

Berdasarkan data terbaru PT PLN (Persero) mencatat penjualan listrik sebesar 162,26 terawatt hour (TWh) pada Semester I 2026, naik 4,26% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.1 Sementara itu, data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menyebut 741 dari 1.467 kebakaran (50,51%) sepanjang 1 Januari hingga 30 September 2026 diduga disebabkan oleh faktor listrik.

“Dengan adanya program-program seperti ini kami  ingin bapak-ibu semuanya secara kompetensi itu semakin baik. Sehingga bapak dalam melaksanakan tugasnya ke customer-nya itu bisa memberikan yang terbaik dengan standar yang benar,” kata Martin Setiawan.

Lebih lanjut Martin mengungkapkan melalui program Electrician Academy yang berkolaborasi dengan Ditjen Gatrik, diharapkan bisa memperluas kesempatan teknisi untuk mengembangkan keahlian dan memperoleh pengakuan kompetensi profesional.

“Kami memperluas kesempatan teknisi untuk mengembangkan keahlian dan memperoleh pengakuan kompetensi profesional. Kami ingin pengalaman lapangan mereka diperkuat melalui pembelajaran berkelanjutan dan sertifikasi yang relevan dengan pekerjaannya,” tambahnya.
 

Eri Nurcahyanto, Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan, Direktorat Jenderal
Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, mengapresiasi program Electrician Academy sebagai kolaborasi pemerintah dan industri dalam memperluas akses peningkatan kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. 

“Ditjen Gatrik mendukung pelaksanaan sertifikasi kompetensi hingga Level 3 bagi teknisi di bidang pemeliharaan instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah. Kami mendorong teknisi memperkuat pengalaman lapangan dengan pembelajaran dan uji kompetensi agar memperoleh pengakuan profesional, bekerja sesuai kompetensinya, dan menerapkan standar keselamatan secara konsisten,” jelasnya.

Dukungan Ditjen Gatrik dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi melengkapi pembelajaran digital dan webinar yang disediakan Schneider Electric melalui Electrician Academy. Kolaborasi ini membuka jalur bagi teknisi untuk memperkuat pengetahuan sekaligus mempersiapkan diri mengikuti uji kompetensi sesuai bidang pekerjaannya.

Electrician Academy melanjutkan komitmen kampanye Gerakan Listrik Aman yang pada 2025 menjangkau lebih dari 7.800 instalatur di 10 wilayah dan mencetak rekor MURI dengan predikat “Pelatihan Instalatur Listrik Dengan Peserta Terbanyak”. Program yang berjalan sejak Juli 2026 ini menargetkan 9.500 peserta, terdiri atas 8.000 teknisi listrik dan 1.500 retailer, untuk mengakses seluruh modul pembelajaran. 

Visi “Dari Tukang Listrik jadi Ahli Listrik” menempatkan pembelajaran dan uji kompetensi sebagai jalur untuk memperkuat keahlian serta memperoleh pengakuan profesional.

Rangkaian program Electrician Academy mencakup tahapan berikut:
● Pendaftaran dan akses pembelajaran: Peserta mendaftar melalui aplikasi MySchneider, memilih profil Electrician atau Retailer, lalu mengakses banner Electrician Academy. Materi juga tersedia melalui portal desktop dengan fitur pemantauan progres belajar.

● Pembelajaran sesuai peran:

○ Untuk Teknisi: Modul digital dan webinar mencakup dasar kelistrikan, pemilihan kabel,
keselamatan instalasi, serta fungsi Gawai Proteksi Arus Sisa (GPAS).

○ Untuk Retailer: Materi mencakup dasar kelistrikan, pembumian, dan perangkat proteksi untuk mendukung edukasi pelanggan. Pembelajaran kedua kelompok dilengkapi sesi pelatihan dan praktik pada peluncuran program.

● Penyelesaian pelatihan: Peserta ditargetkan menuntaskan seluruh modul paling lambat Maret 2027. Program menyediakan sertifikat partisipasi pelatihan sesuai ketentuan.

● Dukungan sertifikasi kompetensi: Ditjen Gatrik mendukung pelaksanaan sertifikasi untuk
memperoleh Sertifikat Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan (SKTTK) hingga Level 3 di bidang pemeliharaan instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah. Dukungan ini
menargetkan ratusan teknisi untuk mengikuti proses sertifikasi.

Teknisi yang menuntaskan seluruh modul dan memenuhi ketentuan program dapat mengikuti proses tersebut. Sertifikat diperoleh setelah peserta memenuhi persyaratan dan dinyatakan kompeten melalui uji kompetensi sesuai mekanisme yang berlaku.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA