Country Manager Synology Indonesia, Clara Hsu
Country Manager Synology Indonesia, Clara Hsu

Ransomware Makin Canggih, Punya Backup Saja Tidak Cukup Lagi?

Mohamad Mamduh • 13 Oktober 2026 14:11
Ringkasnya gini..
  • Kelemahan mendasar yang kerap terjadi adalah anggapan bahwa sekadar memiliki cadangan data sudah cukup untuk menjamin keamanan.
  • Isu ketahanan siber menjadi agenda krusial bagi kelangsungan operasional bisnis.
  • Perangkat ini juga dilengkapi tamper-proof clock serta fitur air gap otomatis yang memutus.
Jakarta: Masifnya transformasi digital dan adopsi kecerdasan buatan (AI), lanskap ancaman siber kini telah bergeser. Jika dahulu serangan siber lebih berfokus pada gangguan data digital, kini penjahat siber mulai memanfaatkan AI untuk menemukan celah kerentanan dengan lebih cepat dan memperluas serangan hingga mengendalikan sistem fisik.

Fenomena ini menjadi sorotan utama dalam gelaran Synology Annual Press Event 2026. Isu ketahanan siber menjadi agenda krusial bagi kelangsungan operasional bisnis.

Country Manager Synology Indonesia, Clara Hsu, membagikan temuan survei terkait kesiapan bisnis di tanah air. Survei menunjukkan kesenjangan yang cukup mencolok: hanya 8,4% perusahaan di Indonesia yang merasa sangat siap bertahan dan pulih dari ancaman siber berbasis AI. Selain itu, hanya sekitar 24% perusahaan yang sangat yakin mampu memulihkan sistem secara cepat saat diserang ransomware.

Kelemahan mendasar yang kerap terjadi adalah anggapan bahwa sekadar memiliki cadangan data sudah cukup untuk menjamin keamanan. Clara menegaskan bahwa strategi lama perlu diperbarui secara total.

"Jadi intinya cuman punya backup itu tak cukup. Tapi backup itu harus kita pastikan selalu bersih, terlindungi, dan terbukti bisa direcovery. Itu inti utama dari backup, bukan cuma backup saja ya," ujar Clara.

Clara menambahkan bahwa strategi konvensional 3-2-1 kini harus dilengkapi dengan salinan yang bersifat immutable atau offline. Selain itu, pemisahan infrastruktur cadangan dari sistem utama menjadi harga mati. Clara mengingatkan risiko fatal jika sistem tidak dipisahkan.

"Kalau sistem produksi dan infrastruktur itu dipakai persamaan dalam satu sistem yang sama, bayangkan kalau sistem itu terenkripsi atau diserang malware, semuanya bobol. Jadi akan sangat kita sarankan bahwa backup itu harus dikelola secara terpusat dalam satu lingkungan dan terisolasi dari resiko produksi," jelasnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Synology menghadirkan Active Protect Appliance yang mengintegrasikan teknologi immutability WORM (Write Once, Read Many) agar data cadangan tidak bisa dihapus atau diubah. Perangkat ini juga dilengkapi tamper-proof clock serta fitur air gap otomatis yang memutus koneksi jaringan saat pencadangan selesai untuk meminimalkan risiko serangan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA