Google Pixel 11 Pro Fold hadir lebih tipis dan ringan dengan Tensor G6 serta fitur AI baru, tetapi kapasitas baterainya turun menjadi 4.658mAh.
Google Pixel 11 Pro Fold hadir lebih tipis dan ringan dengan Tensor G6 serta fitur AI baru, tetapi kapasitas baterainya turun menjadi 4.658mAh.

Pixel 11 Pro Fold Lebih Tipis, Baterainya Juga Ikutan Nyusut

Lufthi Anggraeni • 14 Agustus 2026 12:17
Ringkasnya gini..
  • Pixel 11 Pro Fold dibuat lebih tipis dan ringan, dengan ketebalan 10,1 mm saat dilipat.
  • Google membekali foldable ini dengan Tensor G6, kamera baru, layar lebih terang, dan fitur Gemini AI.
  • Kapasitas baterainya turun menjadi sekitar 4.658mAh, tetapi Google mengandalkan efisiensi Tensor G6.
Jakarta: Google resmi memperkenalkan Pixel 11 Pro Fold sebagai generasi terbaru smartphone foldable buatannya. Perangkat ini membawa sejumlah peningkatan pada desain, performa, kamera, layar, dan fitur berbasis kecerdasan buatan (AI).
 
Namun,  Pixel 11 Pro Fold hadir dengan kapasitas baterai lebih kecil dibandingkan dengan pendahulunya. Smartphone ini merupakan bagian dari lini Pixel 11 yang diperkenalkan Google dalam acara Made by Google pada tanggal 12 Agustus 2026. 
 
Smartphone ini tetap menggunakan desain foldable bergaya buku dengan layar utama di bagian dalam dan layar cover di bagian luar. Salah satu perubahan paling terlihat berada pada dimensi bodi. Google membuat Pixel 11 Pro Fold lebih tipis sekaligus lebih ringan, sebuah langkah penting mengingat bobot dan ketebalan menjadi salah satu tantangan utama pada smartphone foldable.

Di balik desain lebih ramping tersebut, Google menggunakan chipset Tensor G6 serta menghadirkan sejumlah kemampuan Gemini dan fitur AI baru. Namun, konsekuensinya adalah kapasitas baterai lebih kecil dibandingkan generasi sebelumnya.

Bodi Lebih Tipis dan Ringan

Pixel 11 Pro Fold memiliki ketebalan sekitar 10,1 mm ketika dilipat dan 4,8 mm ketika dibuka. Angka tersebut lebih tipis dibandingkan dengan Pixel 10 Pro Fold yang memiliki ketebalan sekitar 10,8 mm ketika dilipat dan 5,2 mm saat dibuka.
 
Perubahan dimensi tersebut membuat Pixel 11 Pro Fold lebih ramping tanpa meninggalkan format foldable berbentuk buku. Google juga mempertahankan layar besar di bagian dalam sehingga perangkat tetap dapat berfungsi sebagai smartphone ketika ditutup dan perangkat berukuran lebih besar ketika dibuka.
 
Layar bagian dalam berukuran sekitar 8 inci dengan panel OLED dan refresh rate adaptif hingga 120Hz. Sementara itu, layar cover memiliki ukuran sekitar 6,5 inci dan juga mendukung refresh rate tinggi. Spesifikasi layar tersebut memberikan ruang lebih luas untuk multitasking, membaca, menjalankan aplikasi, maupun menikmati konten multimedia.
 
Google turut meningkatkan tingkat kecerahan layar. Layar internal dikabarkan mampu mencapai kecerahan puncak hingga 3.500 nit, sedangkan layar luar dapat mencapai 3.600 nit. Peningkatan tersebut ditujukan untuk menjaga visibilitas ketika perangkat digunakan di lingkungan dengan pencahayaan tinggi.
 
Desain kamera belakang juga mendapatkan penyesuaian. Modul kamera masih mempertahankan bentuk khas Pixel, tetapi tata letak beberapa komponennya berubah. LED flash ditempatkan di dalam bagian atas modul kamera, sementara desain keseluruhan terlihat lebih rapi dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
 
Pixel 11 Pro Fold Lebih Tipis, Baterainya Juga Ikutan Nyusut

Tensor G6 Perkuat Kemampuan AI

Pixel 11 Pro Fold ditenagai chipset Google Tensor G6. Chipset ini menjadi salah satu komponen penting dalam strategi Google untuk menghadirkan kemampuan AI lebih mendalam pada perangkat Pixel generasi terbaru.
 
Tensor G6 diproduksi menggunakan proses fabrikasi 2nm. Peralihan tersebut diharapkan meningkatkan efisiensi daya sekaligus kemampuan pemrosesan dibandingkan generasi sebelumnya. Pixel 11 Pro Fold juga tersedia dengan pilihan RAM hingga 16GB dan penyimpanan internal mulai 256GB.
 
Kemampuan AI menjadi salah satu fokus utama Pixel 11 Pro Fold. Google menghadirkan integrasi Gemini lebih jauh ke dalam sistem sehingga smartphone dapat membantu pengguna melakukan berbagai tugas secara lebih kontekstual.
 
Lini Pixel 11 juga memperkenalkan fitur Gemini Intelligence, dirancang untuk menangani sejumlah tugas secara lebih proaktif. Teknologi tersebut mencakup kemampuan memahami konteks dari layar dan gambar, otomatisasi tugas, serta sejumlah fungsi AI lain di dalam sistem Android.
 
Google juga membekali model Pro dengan fitur HiLight, sistem LED pada bagian belakang perangkat. Fitur tersebut dapat memberikan indikasi visual untuk berbagai aktivitas, termasuk notifikasi dan interaksi tertentu dengan Gemini.
 
Kehadiran HiLight menjadi perubahan menarik pada desain belakang Pixel 11 Pro Fold. Google sebelumnya menggunakan sensor termometer pada beberapa perangkat Pixel, tetapi generasi terbaru disebut menghilangkan komponen tersebut untuk memberikan ruang bagi sistem LED baru.

Kamera Mendapat Peningkatan

Google juga melakukan pembaruan pada sistem kamera Pixel 11 Pro Fold. Salah satu perubahan utama adalah penggunaan sensor kamera utama baru berukuran lebih besar. Perangkat ini tetap mengandalkan konfigurasi tiga kamera belakang. 
 
Kamera utama disebut menggunakan sensor 50MP, sementara kamera ultrawide dan telefoto mempertahankan resolusi lebih rendah. Google mengandalkan pemrosesan gambar komputasional untuk meningkatkan hasil foto dan video.
 
Kemampuan zoom juga mendapatkan perhatian melalui pemrosesan berbasis AI. Google memanfaatkan teknologi generatif untuk meningkatkan detail pada pembesaran gambar jarak jauh. Pendekatan tersebut sejalan dengan strategi Google pada lini Pixel 11 secara keseluruhan. 
 
Perusahaan tidak hanya mengandalkan peningkatan hardware kamera, tetapi juga pemrosesan berbasis AI untuk menghasilkan foto dan video dengan detail lebih baik. Pixel 11 Pro Fold juga mendapatkan peningkatan pada sistem video. 
 
Google membawa sejumlah fitur AI untuk membantu proses pengambilan maupun pengolahan video, termasuk kemampuan menghasilkan efek sinematik serta stabilisasi lebih baik.
 
Baterai Jadi Kompromi
Di balik desain lebih tipis dan ringan, Pixel 11 Pro Fold membawa satu perubahan yang berpotensi menjadi perhatian pengguna, yaitu kapasitas baterai lebih kecil. Pixel 11 Pro Fold dilaporkan menggunakan baterai berkapasitas sekitar 4.658mAh. 
 
Angka tersebut turun sekitar 357mAh dibandingkan dengan kapasitas 5.015mAh pada Pixel 10 Pro Fold. Penurunan kapasitas tersebut kemungkinan berkaitan dengan upaya Google mengurangi ketebalan dan bobot perangkat. 
 
Komponen baterai menjadi salah satu bagian terbesar di dalam smartphone sehingga pengurangan kapasitas dapat membantu produsen mendapatkan ruang tambahan untuk desain lebih ramping. Meski kapasitas baterai turun, Google dapat mengimbanginya melalui efisiensi chipset Tensor G6 dan komponen lain. 
 
Penggunaan proses fabrikasi 2nm berpotensi membantu mengurangi konsumsi daya, meskipun kapasitas baterai tetap menjadi faktor penting dalam menentukan daya tahan aktual. Dengan demikian, peningkatan efisiensi tidak otomatis menjamin Pixel 11 Pro Fold memiliki daya tahan baterai lebih lama. 
 
Performa nyata tetap bergantung pada penggunaan, tingkat kecerahan layar, aplikasi, jaringan, serta berbagai proses AI yang berjalan di perangkat.

Harga Mulai USD1.899

Pixel 11 Pro Fold dibanderol mulai USD1.899 (Rp33,9 juta) untuk konfigurasi penyimpanan 256GB. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga awal Pixel 9 Pro Fold dan Pixel 10 Pro Fold yang berada di kisaran USD1.799 (Rp32,1 juta).
 
Google juga menyediakan konfigurasi penyimpanan lebih besar, termasuk 512GB dan 1TB, dengan harga lebih tinggi. Perangkat dijadwalkan mulai tersedia pada tanggal 20 Agustus 2026 setelah periode pre-order. 
 
Dengan desain lebih tipis, bobot lebih ringan, Tensor G6, peningkatan kamera, layar lebih terang, serta integrasi AI lebih mendalam, Pixel 11 Pro Fold membawa sejumlah perubahan dibandingkan dengan pendahulunya.
 
Namun, kapasitas baterai lebih kecil menjadi kompromi utama dari perangkat ini. Google perlu membuktikan bahwa efisiensi chipset dan optimasi perangkat lunak mampu mengimbangi pengurangan kapasitas tersebut.
 
Pixel 11 Pro Fold pada akhirnya menunjukkan arah Google dalam mengembangkan foldable: bukan sekadar membuat perangkat lebih tipis, tetapi menggabungkan desain lebih ramping dengan kemampuan AI sebagai bagian utama pengalaman pengguna. 
 
Tantangannya adalah memastikan berbagai peningkatan tersebut tetap memberikan daya tahan baterai memadai untuk perangkat dengan dua layar dan harga premium.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA