Konsistensi pengembangan teknologi kamera menjadikan Galaxy S Series sebagai pilihan utama konsumen untuk mobile photography, sekaligus memperkuat reputasinya di segmen flagship. Di tengah persaingan smartphone premium yang kian kompetitif, Samsung mempertahankan posisinya melalui inovasi yang tidak hanya berfokus pada peningkatan resolusi.
Upaya Samsung ini juga dilakukan melalui penyempurnaan sistem kamera secara menyeluruh. Rekam jejak tersebut diakui secara global, termasuk melalui penghargaan Best Smartphone di ajang Global Mobile Awards, menegaskan kualitas kamera profesional Samsung di level flagship.
Komitmen tersebut tercermin dari evolusi teknologi kamera Galaxy S Series dari generasi ke generasi. Pada fase awal Galaxy S20 dan S21 Ultra, Samsung menghadirkan sensor 108MP dipadukan dengan teknologi pixel binning untuk menyerap lebih banyak cahaya dan menghasilkan gambar detail dalam kondisi menantang.
Pada periode ini pula diperkenalkan periscope telephoto dan Space Zoom, menetapkan standar baru kemampuan zoom pada industri smartphone. Memasuki era Galaxy S22 hingga Galaxy S25, Samsung mengembangkan Nightography sebagai fondasi sistem kamera terpadu.
Sebagai informasi, Nightography tidak sekadar fitur, melainkan integrasi sensor, optik, stabilisasi, dan pemrosesan berbasis AI untuk menghasilkan foto dan video tajam, stabil, serta natural pada kondisi minim cahaya.
Samsung Galaxy S22 Ultra menjadi tonggak awal evolusi Nightography dengan kehadiran Super Clear Glass untuk mengurangi pantulan cahaya dan efek lens flare. Kamera Samsung Galaxy S22 Ultra didukung sensor besar serta peningkatan OIS.
Selanjutnya, Galaxy S23 Ultra menghadirkan kamera 200MP pertama di Galaxy S Series dengan pemrosesan AI lebih cerdas dan dukungan teknik pixel binning lanjutan, membuka peluang fotografi malam tingkat lanjut termasuk Astrophotography.
Sementara itu, Galaxy S24 Ultra memperluas kapabilitas ke ranah video malam melalui dukungan Ultra HDR, kamera utama 200MP, periscope telephoto 50MP dengan zoom optik 5x, serta pemrosesan AI real-time untuk menjaga detail dan warna pada pencahayaan kompleks seperti konser.
Fitur Galaxy AI seperti Photo Assist dan Generative Edit turut memperkuat pengalaman penyuntingan langsung dari perangkat. Penyempurnaan berlanjut pada Galaxy S25 Ultra melalui perekaman video 10-bit HDR dengan Galaxy Log untuk fleksibilitas color grading, peningkatan kamera ultra wide 50MP, perekaman video 8K dari lensa lebar, serta fitur pendukung seperti Audio Eraser, Portrait Studio, Auto Trim, dan Generative Edit.
Kombinasi ini menghadirkan alur kerja kreatif yang lebih cepat dan presisi bagi kreator konten. Melalui inovasi berkelanjutan tersebut, Samsung Galaxy S Series terus memperkuat posisinya sebagai pionir mobile photography, memastikan kualitas gambar dan video teroptimalisasi dalam berbagai kondisi serta menghadirkan pengalaman profesional yang tetap mudah digunakan oleh pengguna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News