Foto: Alibaba Cloud
Foto: Alibaba Cloud

Alibaba Cloud Akselerasi Adopsi AI Perusahaan, Tambah Region Cloud

Mohamad Mamduh • 05 Oktober 2026 16:04
Ringkasnya gini..
  • Dalam 12 bulan mendatang, Alibaba Cloud berencana membuka region cloud pertamanya di Turki, Finlandia, dan Belanda.
  • Alibaba Cloud memperkenalkan tiga solusi AI siap pakai untuk operasional bisnis.
  • Dampak dari inovasi cloud dan AI ini telah dirasakan langsung oleh sejumlah perusahaan global di berbagai sektor.
Jakarta: Alibaba Cloud mengumumkan rencana perluasan infrastruktur global dan peluncuran serangkaian solusi kecerdasan buatan terbaru dalam ajang Apsara Conference 2026. Langkah ini untuk mempercepat adopsi AI di tingkat perusahaan serta mendukung efisiensi dan inovasi di berbagai sektor bisnis, seperti perangkat lunak, logistik, gim, teknologi informasi, hingga hiburan.

Dalam 12 bulan mendatang, Alibaba Cloud berencana membuka region cloud pertamanya di Turki, Finlandia, dan Belanda. Selain itu, jaringan pusat data di Malaysia, Jerman, Uni Emirat Arab, Prancis, dan Hong Kong juga akan diperluas guna meningkatkan kapasitas komputasi global yang saat ini mencakup 107 availability zone di 31 region.

Seiring transformasi dari infrastruktur AI-native menuju arsitektur Agent-Native Cloud, Alibaba Cloud memperkenalkan tiga solusi AI siap pakai untuk operasional bisnis. Solusi pertama adalah Smart Studio, sebuah produk siap pakai yang memungkinkan perusahaan membangun platform Model-as-a-Service khusus dengan merek sendiri dalam hitungan menit, didukung arsitektur inferensi yang menghasilkan throughput hingga 505% lebih tinggi dibandingkan kerangka kerja open-source standar.

Solusi kedua adalah Smart Fusion, mesin cerdas berbasis satu API terpadu yang dapat mengombinasikan beberapa model secara real-time untuk memangkas biaya penggunaan token sekitar 50%. Solusi ketiga adalah Smart Video, agen video AI yang membantu studio drama pendek dan pengiklan membuat video otomatis hingga berdurasi satu jam hanya melalui instruksi bahasa alami.

Chief Technology Officer dan President of International Business Alibaba Cloud Intelligence, Dr. Feifei Li, menegaskan bahwa perkembangan AI saat ini melaju cepat dari tahap eksperimen menuju penerapan nyata, sehingga mendorong kebutuhan akan infrastruktur yang mudah ditingkatkan skalanya serta lebih dekat dengan pelanggan dan mitra global.

Dampak dari inovasi cloud dan AI ini telah dirasakan langsung oleh sejumlah perusahaan global di berbagai sektor. Di sektor logistik Indonesia, Lion Parcel mengadopsi model Qwen-VL-Plus melalui platform Model Studio untuk mengotomatiskan alur kerja pemrosesan dokumen keuangan dan pengenalan karakter optik, yang secara signifikan meningkatkan akurasi data serta menghemat waktu dan biaya operasional.

Sementara itu, Panasonic Digital di Shanghai memanfaatkan model Qwen dan perangkat pengelolaan data Alibaba Cloud untuk membangun pusat kapabilitas AI, yang berhasil mengurangi waktu pembuatan notula rapat sebesar 80% dan meningkatkan efisiensi peninjauan kontrak hingga 10 kali lipat.

Di industri game dan hiburan, Unity China mengintegrasikan keluarga model Qwen ke dalam platform Tuanjie AI-Codely untuk menyederhanakan alur kerja rekayasa perangkat lunak dan perbaikan kode. Di Malaysia, Loomi Entertainment Group menggabungkan model generasi visual seperti Wan dan HappyHorse ke dalam mesin AI sinematik Imaginary untuk menekan biaya produksi konten AIGC.

Selain itu, pelopor perencanaan sumber daya agen SHAKE mengembangkan solusi Agentic Resource Planning berbasis Qwen untuk membantu transisi UKM di kawasan Asia Pasifik, sedangkan AnyMind Group mengintegrasikan Qwen ke platform AnyLive untuk meningkatkan kemampuan respons dan analisis maksud pelanggan secara real-time dalam siaran live commerce.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA