Apple resmi menaikkan harga Apple Music dan sebagian paket Apple One di berbagai negara akibat meningkatnya biaya lisensi musik.
Apple resmi menaikkan harga Apple Music dan sebagian paket Apple One di berbagai negara akibat meningkatnya biaya lisensi musik.

Apple Naikkan Harga Apple Music dan Apple One

Lufthi Anggraeni • 20 Juli 2026 09:44
Ringkasnya gini..
  • Apple menaikkan harga Apple Music untuk paket Individual, Family, dan Student di sejumlah negara.
  • Paket Apple One Family dan Premier ikut naik, sementara paket Individual tetap tanpa perubahan.
  • Apple menyebut kenaikan biaya lisensi musik sebagai alasan utama penyesuaian harga.
Jakarta: Apple resmi menaikkan harga langganan Apple Music di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Eropa, Australia, dan India. Kenaikan ini juga berdampak pada sebagian paket Apple One.
 
Mengutip The Verge, Apple menyebut meningkatnya biaya lisensi musik sebagai alasan utama penyesuaian tarif tersebut. Penyesuaian harga ini menjadi kenaikan pertama untuk Apple Music sejak bulan Oktober 2022.
 
Saat itu, Apple juga menaikkan tarif Apple TV+ dan Apple One. Dengan perubahan terbaru, pengguna yang ingin terus menikmati layanan streaming musik Apple harus membayar biaya langganan lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya.

Di pasar Amerika Serikat, paket Individual Apple Music kini dibanderol USD11,99 (Rp215.365) per bulan, naik USD1 (Rp17.983) dari harga sebelumnya USD10,99 (Rp197.403). Paket Student juga mengalami kenaikan dari USD5,99 (Rp107.646) menjadi USD6,99 (Rp125.617) per bulan.
 
Kenaikan paling besar terjadi pada paket Family, dari USD16,99 (Rp305.327) menjadi USD19,99 (Rp359.240) per bulan atau bertambah USD3 (Rp53.907). Besaran kenaikan tersebut menjadikannya penyesuaian harga paling signifikan di antara seluruh paket Apple Music yang tersedia.
 
Selain Apple Music, Apple turut memperbarui tarif beberapa paket Apple One. Paket Family kini dipatok USD27,95 (Rp502.234) per bulan, naik USD2 (Rp35.938) dari sebelumnya USD25,95 (Rp466.295). Sementara itu, paket Premier meningkat menjadi USD39,95 (Rp717.904) per bulan dari USD37,95 (Rp681.650).
 
Menariknya, Apple tidak mengubah harga paket Apple One Individual. Paket tersebut tetap dijual seharga USD19,95 (Rp358.337) per bulan sehingga pelanggan individu yang memanfaatkan bundel layanan Apple tidak terkena penyesuaian tarif kali ini.
 
Dalam pernyataannya kepada Music Business Worldwide, Apple menjelaskan bahwa kenaikan harga dilakukan akibat meningkatnya biaya lisensi musik. Pernyataan singkat tersebut mengindikasikan bahwa biaya yang harus dibayarkan kepada pemegang hak cipta musik terus meningkat sehingga memengaruhi struktur biaya layanan streaming Apple Music.
 
Penyesuaian harga ini juga berlaku di berbagai wilayah lain dengan nominal berbeda sesuai mata uang setempat. Di Inggris, misalnya, paket Individual naik menjadi GBP11,99 (Rp289.914) per bulan, sedangkan paket Family menjadi GBP19,99 (Rp483.340).
 
Australia juga mengalami kenaikan pada hampir seluruh paket langganan Apple Music. Sementara itu, India menjadi salah satu negara terbaru yang ikut menerima perubahan harga. Laporan media lokal menyebutkan bahwa kenaikan tersebut merupakan yang pertama sejak tahun 2022 dan telah diterapkan untuk Apple Music maupun beberapa paket Apple One.
 
Kebijakan Apple muncul di tengah tren kenaikan harga layanan streaming digital secara global. Beberapa kompetitor juga telah melakukan langkah serupa dalam beberapa bulan terakhir. Spotify, misalnya, baru saja menaikkan harga paket Premium di Amerika Serikat dari USD11,99 (Rp215.365) menjadi USD12,99 (Rp233.443) per bulan.
 
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan biaya lisensi konten serta operasional mulai dirasakan oleh berbagai penyedia layanan streaming musik, bukan hanya Apple. Meski demikian, Apple masih mempertahankan strategi Apple One sebagai paket bundel yang menawarkan nilai lebih bagi pengguna ekosistem Apple.
 
Layanan ini menggabungkan Apple Music, Apple TV+, Apple Arcade, penyimpanan iCloud+, serta layanan lain sesuai jenis paket yang dipilih. Dengan mempertahankan harga paket Individual Apple One, Apple diperkirakan ingin tetap memberikan insentif bagi pelanggan yang menggunakan lebih dari satu layanan dalam ekosistemnya.
 
Sebaliknya, pengguna keluarga atau pelanggan Premier harus mempertimbangkan kembali biaya langganan bulanan setelah penyesuaian tarif terbaru. Kenaikan harga ini diperkirakan tidak akan langsung memengaruhi seluruh pasar secara seragam.
 
Apple umumnya menyesuaikan tarif berdasarkan kebijakan regional, nilai tukar mata uang, serta kondisi masing-masing negara. Oleh karena itu, besaran kenaikan di setiap wilayah dapat berbeda meski alasan utamanya sama, yaitu meningkatnya biaya lisensi musik.
 
Bagi pelanggan aktif Apple Music maupun Apple One, perubahan harga ini menjadi penyesuaian terbesar dalam hampir empat tahun terakhir. Pengguna disarankan memeriksa halaman langganan Apple di wilayah masing-masing untuk mengetahui tarif terbaru yang berlaku.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA