Jakarta: Cloudera merilis temuan khusus sektor jasa keuangan dari laporan penelitian terbarunya yang bertajuk The Data Readiness Index 2026. Laporan tersebut menemukan bahwa meskipun lembaga jasa keuangan saat ini gencar mendorong inisiatif AI, banyak di antaranya masih menghadapi tantangan operasional dan tata kelola mendasar yang membatasi kemampuan mereka dalam memaksimalkan nilai data secara luas.
Lembaga keuangan kini menghadapi tekanan yang semakin besar untuk memodernisasi operasional bisnis, memberantas aksi penipuan, memperkuat sistem manajemen risiko, memenuhi regulasi yang terus berkembang, serta menghadirkan pengalaman nasabah yang konsisten dan personal.
Seiring meluasnya penggunaan AI dalam berbagai alur kerja—seperti layanan nasabah, compliance (kepatuhan), deteksi fraud, hingga analitik—keberhasilan AI sangat ditentukan oleh kemampuan perusahaan dalam mengakses dan mengelola data secara aman di berbagai lingkungan yang kian kompleks.
Berdasarkan temuan riset tersebut, sebanyak 83% lembaga jasa keuangan mengaku telah memiliki visibilitas terhadap lokasi penyimpanan data mereka, yang mencerminkan kemajuan signifikan dalam upaya pengelolaan data. Namun demikian, hambatan operasional masih terus membayangi. Sebanyak 38% responden menyatakan bahwa kinerja infrastruktur secara terus-menerus mengganggu inisiatif operasional mereka. Fenomena ini memperjelas tingginya tantangan dalam mendukung workload AI dan analitik di lingkungan data yang terdistribusi.
Selain masalah infrastruktur, integrasi sistem juga menjadi kendala utama. Sebanyak 20% responden menyebutkan bahwa lemahnya integrasi ke dalam alur kerja menjadi alasan utama mengapa investasi di bidang AI dan analitik gagal memberikan imbal hasil (return on investment) sesuai dengan harapan awal.
Aspek tata kelola data (data governance) juga tetap menjadi fokus perhatian utama. Meskipun 61% lembaga jasa keuangan melaporkan bahwa seluruh atau hampir seluruh data mereka sudah terkelola dengan baik, banyak organisasi masih kesulitan menciptakan konsistensi dan kontrol yang dibutuhkan untuk mendukung inisiatif AI sekaligus tetap tunduk pada regulasi industri.
Ketika lembaga beralih dari tahap eksperimen ke tahap implementasi (production), kesiapan data menjadi faktor pembeda krusial untuk mempercepat inovasi tanpa mengabaikan kepercayaan, transparansi, dan pengawasan ketat.
Senior Director Industry AI Solutions di Cloudera, Jake Bengston, menekankan bahwa bagi lembaga keuangan, kesuksesan AI jangka panjang tidak cukup hanya mengandalkan kecanggihan model semata. Kesuksesan tersebut sangat bergantung pada penyediaan konteks yang tepat agar AI dapat mengambil keputusan secara akurat dan konsisten berbasis data yang tepercaya, mudah diakses, dan terkelola dengan baik.
Ia menambahkan bahwa perusahaan membutuhkan fleksibilitas untuk menghadirkan AI langsung ke lokasi penyimpanan data terkelola di mana pun data berada guna meningkatkan kualitas hasil, mengurangi kerumitan, memperkuat kepatuhan, serta mempercepat pencapaian nilai bisnis.
Sebagai penyedia platform yang dipercaya organisasi global untuk mengintegrasikan public cloud, pusat data on-premise, dan edge, Cloudera menegaskan komitmennya untuk membantu industri memberdayakan AI dengan kendali penuh atas 100% data mereka.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan