Google mengharuskan smartphone yang dirilis setelah 31 Januari 2020 menggunakan Android 10.
Google mengharuskan smartphone yang dirilis setelah 31 Januari 2020 menggunakan Android 10.

Google: Perangkat Keluaran 2020 Harus Pasang Android 10

Teknologi google
Lufthi Anggraeni • 09 Oktober 2019 16:28
Jakarta: Google secara resmi meluncurkan sistem operasi mobile terbarunya, Android 10, pada awal bulan September lalu, dan Google baru saja mengonfirmasi bahwa seluruh ponsel yang dirilis setelah 31 Januari 2020 harus menggunakan sistem operasi ini.
 
Menurut XDA Developers, Google akan mengizinkan penggunaan Google Mobile Services (GSM) hanya jika Original Equipment Manufacturer (OEM) telah menghadirkan sistem operasi atau antarmuka pengguna berbasis Android 10.
 
Langkah ini dilakukan raksasa teknologi asal Mountain View tersebut guna memastikan seluruh manufaktur akan menyediakan software versi terbaru kepada konsumen mereka, sehingga Google akan dapat menggulirkan update keamanan secara rutin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, dokumen ini menyebut bahwa sistem operasi yang digunakan perangkat tersebut harus telah disetujui sebelum tanggal 31 Januari 2020. Artinya secara teknis memungkinkan bagi ponsel yang diluncurkan setelah tanggal tersebut dengan Android versi lebih lama, selama software telah tersedia sebelumnya.
 
GMS dasarnya merupakan paket aplikasi Google termasuk Google Play Store dan Services, tersedia di perangkat yang dipasarkan di luar pasar Tiongkok. Satu pengecualian utama ada pada seri Mate 30, yang diluncurkan secara global tanpa GMS akibat perang dagang Tiongkok dan Amerika Serikat, yang melibatkan Huawei.
 
Sebelumnya, peneliti Google menemukan celah keamanan pada sejumlah perangkat Android, dan permasalahan ini seharusnya telah diperbaiki melalui patch pada bulan Desember 2017. Ponsel ini adalah Pixel, Pixel 2, Huawei P20, Samsung Galaxy S7, S8, dan S9.
 
Selain itu, Xiaomi Redmi 5A, Redmi Note 5, Xiaomi A1, Oppo A3, dan Motorola Moto Z3 juga tercantum dalam daftar perangkat dengan celah keamanan tersebut dan membutuhkan patch tambahan.
 
Google menyebut penelitinya menemukan celah keamanan ini pada tujuh hari lalu, meski tidak seserius informasi yang beredar, sebab membutuhkan software berbahaya untuk dapat diinstal dengan izin dari pengguna.
 
Sementara itu, Google secara resmi menggulirkan mode Incognito pada aplikasi Maps dan Search, sehingga pengguna dapat merahasiakan data aktivitas dan pencarian dari akun Google. Fitur ini akan dapat diakses dari menu profil di dalam aplikasi.
 
Bersamaan dengan mode Incognito, Google juga menambahkan sejumlah kendali privasi seperti auto-delete untuk YouTube, berkemampuan untuk menghapus seluruh lokasi, riwayat dan data aktivitas aplikasi.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif