Google Bakal Hapus Aplikasi Inbox Tahun Depan

Ellavie Ichlasa Amalia 13 September 2018 16:43 WIB
google
Google Bakal Hapus Aplikasi Inbox Tahun Depan
Google Inbox akan dihentikan tahun depan. (Wikipedia)
Jakarta: Google akan menghentikan dukungan pada aplikasi email Inbox. Namun, mereka masih memberikan waktu pada pengguna Inbox untuk kembali menggunakan aplikasi Gmail sampai bulan Maret tahun depan. 

Empat tahun lalu, Google meluncurkan Inbox sebagai aplikasi email inovatif. Inbox hadir berdampingan dengan Gmail.

Aplikasi Inbox menyediakan berbagai ide baru tentang cara kerja email seperti fitur Snooze. Selama empat tahun, Inbox mendapatkan sejumlah kecil pengguna, menurut The Verge


Banyak fitur yang ada pada Inbox disukai penggunanya, terutama karena fitur itu tidak ditemukan pada Gmail. Inbox menawarkan cara mudah untuk berurusan dengan banyak email sekaligus.

Selain itu, Inbox juga dianggap sebagai inkubator untuk fitur baru yang akan diluncurkan di Gmail. Satu fitur menarik lain dari Inbox adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk membuat pengingat untuk melakukan sebuah tugas. 

Pada April tahun ini, Google merombak Gmail. Selain merombak desain, Google juga menanamkan semua fitur penting pada Inbox seperti Snooze dan fitur lainnya.

Meskipun begitu, Google mengaku bahwa ada beberapa fitur pada Inbox yang belum tersedia pada Gmail, seperti fitur yang mengelompokkan email serupa ke dalam satu blok. Mereka menyebutkan bahwa fitur ini akan tersedia untuk Gmail, meski tidak diketahui kapan. 

Kabar baiknya, ini berarti Google akan fokus pada satu aplikasi email: Gmail. Selain itu, Google dikabarkan tidak akan merumahkan orang-orang yang bekerja untuk mengembangkan tim Inbox. Sebagai gantinya, mereka digabungkan dengan tim Gmail. 



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.