Selama empat bulan pertama tahun ini, solusi keamanan telah memblokir setidaknya 35.600 upaya serangan yang melibatkan berbagai kelompok malware canggih. Beberapa aktor ancaman yang teridentifikasi meliputi SuperCard X, PhantomCard, NGate, serta versi modifikasi dari alat NFCGate. Sebagai perbandingan, pada awal tahun 2025, jumlah serangan yang tercatat hanya berada di angka sekitar 12.300.
Pakar keamanan siber mencatat bahwa meskipun pengguna di Rusia merupakan target yang paling sering menghadapi ancaman ini, serangan serupa mulai meluas secara signifikan ke wilayah Amerika Latin dan Eropa. Sergey Golovanov, kepala ahli keamanan di Kaspersky, mengungkapkan bahwa para penjahat kini beralih ke metode yang lebih sulit dideteksi.
Terdapat dua skema utama yang digunakan oleh para peretas dalam melancarkan aksinya. Pertama, penipu mengelabui korban melalui aplikasi pesan untuk mengunduh malware yang menyamar sebagai aplikasi keuangan. Korban kemudian diminta menempelkan kartu bank mereka ke ponsel yang terinfeksi dan memasukkan PIN, yang mengakibatkan data kartu berpindah tangan ke penyerang.
Kedua, NFC Terbalik. Ini merupakan metode yang lebih baru dan berbahaya. Penipu membujuk pengguna untuk menjadikan aplikasi berbahaya sebagai metode pembayaran utama. Ponsel korban kemudian memancarkan sinyal NFC yang dikenali ATM sebagai kartu milik penipu. Dengan teknik rekayasa sosial, korban diarahkan untuk menyetor uang ke 'akun aman' melalui ATM, yang sebenarnya langsung masuk ke kantong penipu.
"Bahaya dari skema 'NFC terbalik' adalah transaksi tersebut sangat sulit dibedakan dari transaksi sah karena korban sendiri yang melakukan transfer," jelas Sergey Golovanov. Dmitry Kalinin, pakar keamanan lainnya, menambahkan bahwa malware ini kini dipasarkan dalam model Malware-as-a-Service (MaaS), sehingga memudahkan akses bagi penjahat siber lainnya untuk melancarkan serangan serupa.
Untuk mengantisipasi risiko ini, masyarakat diimbau untuk tidak menginstal aplikasi dari sumber tidak resmi, menghindari instruksi dari orang asing saat berada di ATM, dan selalu menggunakan solusi keamanan digital yang komprehensif pada perangkat Android mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News