iPhone.
iPhone.

India Tuntut Apple Soal Update iOS 18, Banyak iPhone Warganya Bermasalah

Cahyandaru Kuncorojati • 16 September 2026 10:29
Ringkasnya gini..
  • Regulator India memperluas investigasi Apple terkait keluhan masalah iPhone setelah update iOS 18.
  • Keluhan mencakup garis pada layar dan biaya penggantian layar yang harus dibayar pengguna.
  • Apple membantah ada masalah sistemik dan mempertahankan ketentuan tanpa garansi untuk software.
Jakarta: Pengguna iPhone di India menghadapi persoalan yang kini masuk ke pemeriksaan lebih serius.

Regulator perlindungan konsumen India sedang menyelidiki ketentuan garansi software Apple setelah menerima keluhan bahwa update iOS 18 menyebabkan sejumlah masalah pada iPhone, termasuk gangguan layar dan mikrofon. Persoalan ini kemudian berkembang karena konsumen disebut harus membayar biaya perbaikan sendiri.

Dikutip dari 9to5Mac berdasarkan laporan Reuters, kasus ini bermula dari banyaknya keluhan terkait peluncuran iOS 18 pada akhir 2024. Otoritas Perlindungan Konsumen Pusat India atau CCPA mengatakan telah menerima sejumlah pengaduan mengenai masalah yang muncul setelah pengguna memasang pembaruan tersebut.

Keluhan yang diperiksa regulator antara lain munculnya garis hijau, merah muda, atau putih pada layar iPhone, yang menurut CCPA terjadi setelah perangkat diperbarui ke iOS 18. Konsumen kemudian disebut harus membayar biaya penggantian layar, meskipun regulator mengaitkan masalah tersebut dengan pembaruan software Apple.
 
Pada 29 Juli 2026, persoalan tersebut dinaikkan ke tahap “detailed investigation” oleh unit investigasi regulator. Langkah itu menandakan kasus tidak berhenti pada penanganan keluhan awal.
 

Berapa Biaya Perbaikan iPhone Akibat Masalah Ini?

Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah biaya yang harus ditanggung konsumen. Laporan Reuters dari sumber yang sama melaporkan estimasi servis untuk kerusakan layar iPhone 15 mencapai 27.900 rupee atau sekitar USD291. Nilai tersebut setara dengan lebih dari sepertiga harga jual perangkat.

CCPA mempertanyakan apakah konsumen seharusnya dibebani biaya tersebut apabila kerusakan memang berkaitan dengan pembaruan software. Regulator menyebut kasus tersebut menyangkut dugaan pelanggaran hak konsumen.

Di sinilah persoalan iOS 18 berubah dari sekadar keluhan teknis menjadi masalah ketentuan garansi software.
 

Apple Membantah iOS 18 Punya Masalah Sistemik

Apple tidak menerima tuduhan tersebut begitu saja. Dalam tanggapannya kepada regulator, perusahaan mengatakan tidak menemukan masalah ataupun persoalan keamanan sistemik pada iOS 18 di India dan menyatakan akan bekerja sama dengan otoritas untuk memberikan penjelasan mengenai respons terhadap konsumen.

Apple juga mempertahankan ketentuan lisensi softwarenya. Perusahaan menyatakan bahwa software diberikan tanpa garansi, sementara garansi terbatas globalnya hanya mencakup hardware. Menurut Apple, ketentuan tersebut sudah diinformasikan kepada pengguna sebelum instalasi dan bukan praktik yang tidak biasa di industri.

Perusahaan bahkan menyebut pemberian garansi absolut atas setiap persoalan software akan membuat penyedia software harus menanggung seluruh risiko teknologi.
 

Apa Dampaknya Jika Apple Dinyatakan Bersalah?

Pemeriksaan ini belum menghasilkan keputusan akhir. Dalam proses hukum perlindungan konsumen India, penyelidik dapat meminta dokumen dan menggelar pemeriksaan sebelum laporan final diserahkan kepada regulator.

Pengacara hukum konsumen Kirti Mahapatra mengatakan otoritas dapat meminta perusahaan memperjelas informasi kepada pelanggan apabila ketentuan kontrak atau garansi dinilai menjadi bagian dari praktik yang tidak adil.

Menurutnya, regulator juga dapat meminta perubahan terhadap ketentuan tersebut, meskipun langkah seperti itu disebut belum pernah terjadi sebelumnya.

Apabila Apple akhirnya dinyatakan bersalah, perusahaan berpotensi menghadapi denda, kewajiban memberikan pengembalian dana, atau perubahan praktik bisnis. Namun, tahap tersebut masih bergantung pada hasil investigasi.

Kasus ini juga menjadi penting bagi Apple karena India merupakan pasar yang semakin besar. Pangsa iPhone di negara tersebut tercatat sembilan persen pada tahun lalu, naik dari empat persen pada 2022, menurut data Counterpoint Research.
 


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA