CEO Media Group Mohamad Mirdal Akib.
CEO Media Group Mohamad Mirdal Akib.

Menuju Era Agentic AI, Tiga Pilar Utama Kesiapan Industri Digital Indonesia

Lufthi Anggraeni • 11 September 2026 10:50
Ringkasnya gini..
  • Indonesia memasuki era agentic AI yang mampu mengeksekusi tugas operasional kompleks secara mandiri untuk memacu produktivitas bisnis.
  • Kesiapan industri nasional bertumpu pada tiga pilar utama yaitu regulasi adaptif, ketahanan siber kokoh, dan kesiapan talenta manusia.
  • Forum Techpresso oleh Medcom.id hadir sebagai jembatan dialog konkret lintas sektor demi menghasilkan kolaborasi nyata ekonomi digital.
Jakarta: Lanskap bisnis global saat ini menuntut kecepatan dan efisiensi tinggi, yang kemudian mendorong pergeseran masif pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di dunia industri, dan kini Indonesia telah memasuki era Agentic AI.

Kini, kecerdasan buatan tidak lagi sekadar menjadi alat bantu komunikasi, melainkan teknologi nyata yang mampu mengeksekusi tugas operasional rumit secara mandiri demi menekan biaya dan memacu produktivitas.

“Kita kini telah masuk ke era Agentic AI. Di mana kecerdasan buatan tidak lagi sekadar alat bantu komunikasi. Melainkan teknologi nyata yang mampu mengeksekusi tugas-tugas operasional kompleks secara mandiri,” ujar CEO Media Group Mohamad Mirdal Akib dalam pembukaan forum Techpresso.

Perkembangan tersebut menandai perubahan penting dalam cara industri memanfaatkan teknologi AI. Jika sebelumnya AI lebih banyak digunakan sebagai alat bantu untuk menghasilkan informasi atau mendukung komunikasi, Agentic AI mulai diarahkan untuk menjalankan pekerjaan lebih rumit secara mandiri.

Berbagai sektor industri kini juga mulai bergerak dari tahap uji coba menuju integrasi AI secara langsung ke dalam proses bisnis utama. Pemanfaatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, menekan biaya operasional, sekaligus mendorong produktivitas bisnis. 

Namun, semakin besar peran AI dalam proses bisnis, semakin besar pula tuntutan terhadap kesiapan perusahaan dan pemerintah dalam mengantisipasi perubahan tersebut.

Tantangan Nyata di Balik Peluang Besar

Integrasi AI ke dalam proses bisnis utama memang membawa peluang efisiensi luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Namun, di balik potensi besar tersebut, muncul pertanyaan krusial mengenai kesiapan pemimpin perusahaan dan pengambil kebijakan di tanah air dalam menghadapi transisi teknologi ini.

Peralihan menuju Agentic AI bukan hanya persoalan mengadopsi teknologi baru. Ketika sistem AI mulai memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas operasional secara mandiri, industri juga membutuhkan lingkungan yang mampu memastikan penerapannya tetap aman, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi bisnis maupun tenaga kerja.

Untuk menjawab tantangan tersebut, kesiapan Indonesia harus bertumpu pada tiga pilar dasar yang kokoh. Pilar pertama adalah kehadiran regulasi adaptif guna mendukung inovasi tanpa mengabaikan aspek etika. 

Regulasi menjadi salah satu fondasi penting agar perkembangan dan pemanfaatan AI dapat berjalan seiring dengan kebutuhan industri, tetapi tetap memperhatikan prinsip yang diperlukan dalam penerapan teknologi.

Pilar kedua mencakup ketahanan siber kuat untuk melindungi seluruh aset data agar sistem digital dapat bekerja secara mandiri dengan aman. Semakin besar ketergantungan perusahaan terhadap sistem yang mampu mengambil dan menjalankan tindakan secara otomatis, semakin penting pula kemampuan industri dalam menjaga keamanan sistem dan data yang menjadi bagian dari proses tersebut.

Hal ini membuat keamanan siber tidak dapat dipandang sebagai aspek tambahan dalam transformasi digital. Ketahanan sistem menjadi bagian penting dari kesiapan industri ketika teknologi AI mulai mendapatkan peran lebih besar dalam menjalankan aktivitas operasional.

CEO Media Group, Mohamad Mirdal Akib (2)

Kesiapan Talenta Jadi Pilar Penting

Pilar ketiga yang tidak kalah penting adalah kesiapan talenta manusia. Peningkatan kapasitas pekerja domestik diperlukan agar sumber daya manusia Indonesia mampu berkolaborasi dengan teknologi baru dan tidak hanya menjadi penonton di tengah disrupsi global.

Kehadiran Agentic AI pada akhirnya tidak semata-mata mengubah teknologi yang digunakan perusahaan, tetapi juga berpotensi mengubah pola kerja dan kompetensi yang dibutuhkan industri. Karena itu, peningkatan kapasitas talenta menjadi bagian penting dalam memastikan transformasi tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap ekosistem digital nasional.

Kesiapan manusia juga diperlukan agar perusahaan dapat memanfaatkan teknologi secara lebih optimal. Talenta yang memahami teknologi baru akan memiliki peran dalam mendukung proses adaptasi perusahaan sekaligus memastikan penerapan AI dapat berjalan selaras dengan kebutuhan bisnis.

Dokumen pembukaan Techpresso menekankan bahwa kesiapan talenta diperlukan agar Indonesia memiliki kapasitas penuh untuk berkolaborasi dengan teknologi baru. Dengan demikian, perkembangan Agentic AI diharapkan tidak membuat Indonesia tertinggal, tetapi justru dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Sinergi dan Kolaborasi Lintas Sektor

Ketiga pilar tersebut pada akhirnya membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, regulator, pelaku industri, hingga penyedia solusi keamanan memiliki peran masing-masing dalam membangun ekosistem yang siap menghadapi perkembangan Agentic AI.

Melalui inisiasi forum Techpresso, Medcom.id berkomitmen menjadi jembatan dialog konkret antara pemerintah, regulator, pelaku industri, serta penyedia solusi keamanan. Forum tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembahasan mengenai perkembangan teknologi, tetapi dapat menghasilkan langkah kolaborasi nyata.

Kolaborasi menjadi semakin penting karena penerapan AI secara mandiri menyentuh berbagai aspek sekaligus, dari inovasi dan regulasi hingga keamanan digital dan kesiapan sumber daya manusia. Karena itu, kesiapan menghadapi Agentic AI tidak dapat dibebankan hanya kepada satu pihak.

Dengan tiga pilar tersebut, Indonesia memiliki landasan untuk menghadapi perubahan menuju era Agentic AI. Regulasi yang adaptif diperlukan untuk menciptakan ruang inovasi yang bertanggung jawab, ketahanan siber menjadi fondasi agar sistem dapat bekerja secara aman, sementara kesiapan talenta memastikan manusia tetap memiliki kapasitas untuk berkolaborasi dengan teknologi.

Perkembangan Agentic AI membawa peluang besar bagi dunia industri untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Namun, agar peluang tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia secara berkelanjutan, kesiapan ekosistem menjadi faktor yang tidak kalah penting dari kemampuan teknologi.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA