Memasuki penyelenggaraan ke-12, program impact incubator ini membawa tema “AI-Powered Innovations” dengan fokus pada inovasi yang tidak hanya menggunakan AI, tetapi juga memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.
Pendaftaran NextDev ke-12 dibuka mulai 8 Oktober hingga 9 November 2026. Program ini menyasar technopreneur dari seluruh Indonesia yang memiliki solusi dengan relevansi terhadap persoalan sosial maupun lingkungan, sekaligus mempunyai fondasi bisnis untuk dikembangkan. PR - Kick-off NextDev ke-12
Fokus terhadap AI datang ketika pendanaan startup digital di Indonesia menghadapi tekanan cukup besar. Telkomsel mencatat pendanaan perusahaan digital rintisan di Indonesia turun 94,8 persen sepanjang 2021–2025. Pada saat yang sama, Indonesia baru memperoleh sekitar 4 persen dari total pendanaan AI di Asia Tenggara.
Kondisi tersebut membuat pengembangan teknologi saja tidak cukup. NextDev ingin mendorong technopreneur membangun solusi AI dengan pemahaman pasar dan model bisnis yang lebih kuat, sehingga inovasi yang dikembangkan tidak berhenti pada tahap teknologi.
NextDev 12 Tak Sekadar Cari Ide AI
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengatakan NextDev dirancang untuk membantu technopreneur membuktikan manfaat teknologi melalui persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat.“NextDev menjadi wadah bagi para technopreneur untuk membuktikan bagaimana teknologi, termasuk AI, dapat menjawab persoalan nyata. Sebagai impact incubator, NextDev akan mendampingi mereka memperkuat teknologi, bisnis, dan dampak, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan ekosistem Telkomsel,” ujar Abdullah.
Program ini terdiri dari tiga tahapan, yakni Scouting, Academy, dan Summit. Pada tahap awal, solusi yang sudah memanfaatkan atau masih mengeksplorasi AI akan menjadi salah satu prioritas kurasi. Penilaian juga mempertimbangkan performa bisnis, dampak yang dihasilkan, keunikan inovasi, serta kualitas dan kesiapan technopreneur.
Dari proses tersebut, 20 technopreneur akan masuk tahap validasi dan pitching sebelum dipilih menjadi 10 peserta NextDev Academy. Peserta terpilih akan mendapatkan pendampingan di bidang teknologi dan AI, keuangan, pemasaran, serta produktivitas.
Pendampingan tersebut diarahkan untuk membantu peserta memvalidasi kebutuhan pengguna, memperkuat model bisnis dan operasional, serta mencari cara memanfaatkan AI untuk menciptakan nilai tambah.
Ada Peluang Kolaborasi dengan Telkomsel
Nilai NextDev bagi peserta tidak berhenti pada sesi mentoring. Sepuluh technopreneur terbaik juga berkesempatan mengeksplorasi kolaborasi bisnis dengan unit terkait di Telkomsel.Bentuknya dapat dimulai dari pemetaan kebutuhan, pengembangan dan uji coba solusi, hingga kemungkinan integrasi atau komersialisasi. Peluang tersebut tetap bergantung pada kesiapan serta relevansi solusi masing-masing peserta. Perkembangan dan bukti dampak dari para peserta selanjutnya akan dipresentasikan dalam NextDev Summit 2027.
Pengalaman alumni juga menjadi bagian penting dari program ini. Syekh A. Ageng, Founder & Director Luarkampus.id sekaligus Best Technopreneur NextDev ke-10, menilai program tersebut membantu startup menguji solusi sekaligus memperkuat fondasi bisnis.
“Bagi kami, NextDev adalah ruang yang baik untuk menguji solusi, memperkuat fundamental bisnis, dan belajar langsung dari para mentor serta pelaku industri,” tutur Syekh.
Dalam 11 penyelenggaraan sebelumnya, NextDev telah menginkubasi 162 perusahaan digital dari 6.798 pendaftar dengan dukungan 2.316 ahli dan mentor. Alumni program tersebut berkembang melalui akselerasi dan kolaborasi di sejumlah sektor, termasuk pertanian, pendidikan, investasi, mobilitas listrik, efisiensi energi, dan game digital.
Tahun ini, proses pencarian talenta juga diperluas melalui Roadshow NextDev di Jakarta, Makassar, Batam, Denpasar, Bandung, dan Yogyakarta. Kota-kota tersebut akan menghadirkan Pitching Battle bagi technopreneur lokal yang lolos kurasi awal untuk mendapatkan masukan, eksposur, sekaligus kesempatan menuju seleksi nasional.