Xiaomi menaikkan target penjualan smartphone 2026 menjadi 110 juta unit seiring membaiknya pasokan memori dan prospek permintaan pasar.
Xiaomi menaikkan target penjualan smartphone 2026 menjadi 110 juta unit seiring membaiknya pasokan memori dan prospek permintaan pasar.

Xiaomi Naikkan Target Penjualan Smartphone 2026 Jadi 110 Juta Unit

Lufthi Anggraeni • 22 Juli 2026 15:19
Ringkasnya gini..
  • Xiaomi menaikkan target pengiriman smartphone tahun 2026 menjadi 110 juta unit.
  • Revisi target didorong membaiknya pasokan memori dan optimisme terhadap permintaan pasar.
  • Xiaomi berharap momentum ini memperkuat posisinya di tengah persaingan industri smartphone global.
Jakarta: Xiaomi dilaporkan merevisi target penjualan smartphone global pada tahun 2026, dengan meningkatkan target menjadi 110 juta unit, setelah sebelumnya memangkas proyeksi akibat tekanan pada rantai pasok komponen, terutama memori.
 
Mengutip Gizchina, keputusan tersebut mencerminkan meningkatnya optimisme Xiaomi terhadap pemulihan pasokan dan permintaan pasar pada paruh kedua tahun ini. Sebelumnya, Xiaomi dilaporkan telah dua kali menurunkan target pengiriman smartphone sepanjang tahun 2026 ini. 
 
Namun, kondisi pasar yang mulai membaik membuat perusahaan kembali meningkatkan target distribusinya. Revisi tersebut diperkirakan akan memperkuat posisi Xiaomi di tengah persaingan pasar smartphone global yang masih menghadapi tantangan ekonomi dan fluktuasi biaya komponen.

Langkah ini menunjukkan keyakinan Xiaomi bahwa kendala pasokan yang sempat membebani industri smartphone mulai mereda. Dengan target baru tersebut, Xiaomi berharap mampu meningkatkan volume pengiriman sekaligus mempertahankan daya saing di berbagai segmen, dari smartphone kelas menengah hingga flagship.
 
Salah satu faktor utama di balik revisi target tersebut adalah membaiknya kondisi pasokan chip memori. Dalam beberapa bulan terakhir, industri semikonduktor menghadapi tekanan akibat keterbatasan produksi dan meningkatnya permintaan dari berbagai sektor, termasuk perangkat AI dan pusat data.
 
Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah produsen smartphone, termasuk Xiaomi, harus menyesuaikan target produksi mereka. Kini, dengan indikasi pasokan memori yang mulai stabil, Xiaomi menilai momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi smartphone pada sisa tahun 2026.
 
Membaiknya rantai pasok juga diharapkan membantu perusahaan menjaga ketersediaan produk di berbagai pasar. Selain memenuhi permintaan konsumen, langkah ini penting untuk memastikan peluncuran model baru tidak terganggu oleh keterlambatan pasokan komponen.
 
Selain faktor pasokan, Xiaomi disebut mendapati prospek permintaan lebih baik dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya. Permintaan smartphone kelas bawah dan menengah dinilai mulai pulih di sejumlah pasar, sehingga memberikan ruang bagi perusahaan untuk meningkatkan volume pengiriman.
 
Segmen tersebut selama ini menjadi salah satu kekuatan utama Xiaomi. Melalui lini Redmi dan Poco, Xiaomi memiliki portofolio produk yang menjangkau berbagai kelompok konsumen dengan harga kompetitif.
 
Di sisi lain, Xiaomi juga terus memperkuat posisinya di segmen premium melalui seri flagship. Strategi tersebut memungkinkan perusahaan asal Tiongkok tersebut untuk menjangkau pasar lebih luas tanpa bergantung pada satu kategori produk. 
 
Kendati menaikkan target penjualan, Xiaomi tetap menghadapi persaingan ketat dari berbagai produsen smartphone global. Samsung dan Apple masih menjadi dua pemain terbesar di pasar premium, sementara sejumlah vendor asal China juga terus memperluas pangsa pasar mereka di berbagai wilayah.
 
Di tengah kondisi tersebut, Xiaomi mengandalkan kombinasi spesifikasi kompetitif, harga agresif, serta pengembangan ekosistem perangkat pintar untuk mempertahankan pertumbuhan bisnisnya. Xiaomi juga terus memperluas portofolio produknya di luar smartphone, termasuk perangkat AIoT, wearable, tablet, hingga kendaraan listrik.
 
Diversifikasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem Xiaomi sekaligus meningkatkan loyalitas pengguna terhadap berbagai produk karya perusahaan teknologi ini. Revisi target menjadi 110 juta unit dinilai sebagai sinyal bahwa Xiaomi lebih percaya diri terhadap kondisi industri smartphone pada paruh kedua tahun 2026.
 
Setelah sempat bersikap konservatif akibat ketidakpastian pasokan komponen, Xiaomi kini melihat peluang untuk meningkatkan volume pengiriman. Keputusan tersebut juga menunjukkan bahwa Xiaomi memperkirakan tekanan terhadap industri semikonduktor mulai berkurang.
 
Jika kondisi pasar tetap stabil hingga akhir tahun, target baru tersebut berpotensi menjadi salah satu pencapaian penting bagi perusahaan yang didirikan 16 tahun lalu di Beijing, Tiongkok tersebut dalam mempertahankan pertumbuhan bisnis smartphone global.
 
Meski demikian, realisasi target tersebut tetap bergantung pada sejumlah faktor, termasuk stabilitas rantai pasok global, kondisi ekonomi di berbagai negara, serta tingkat permintaan konsumen pada musim belanja akhir tahun.
 
Xiaomi juga perlu menjaga keseimbangan antara peningkatan volume produksi dan profitabilitas di tengah persaingan harga yang masih berlangsung. Dengan menaikkan target pengiriman smartphone menjadi 110 juta unit, Xiaomi memperlihatkan keyakinannya bahwa pasar mulai bergerak ke arah lebih positif.
 
Jika tren pemulihan pasokan dan permintaan terus berlanjut, perusahaan berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen smartphone terbesar di dunia.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA