Ilustrasi: Nutanix
Ilustrasi: Nutanix

Adopsi AI di Sektor Keuangan Melesat, Ada Risiko Tata Kelola dan Infrastruktur

Mohamad Mamduh • 25 Juni 2026 21:37
Ringkasnya gini..
  • Hambatan utama dalam skalabilitas AI di sektor ini ternyata lebih banyak dipengaruhi oleh faktor non-teknis.
  • Dari sisi kesiapan infrastruktur, mayoritas organisasi mengakui adanya celah besar untuk mendukung beban kerja AI.
  • Lembaga keuangan harus menyatukan berbagai beban kerja di lingkungan hybrid demi memastikan keamanan dan kepatuhan regulasi yang ketat.
Jakarta: Lembaga layanan keuangan global saat ini berada pada titik balik transformasi digital yang krusial seiring dengan adopsi Kecerdasan Buatan (AI) yang kian masif.
 
Namun, laporan terbaru Nutanix bertajuk Financial Sector Enterprise Cloud Index (ECI) kedelapan mengungkapkan bahwa banyak organisasi masih kesulitan meningkatkan skala pemanfaatan AI secara efektif karena aspek tata kelola, infrastruktur, dan kesiapan operasional yang tertinggal.
 
Salah satu temuan yang paling mengkhawatirkan adalah maraknya fenomena Shadow AI, di mana 66% eksekutif IT melaporkan adanya penggunaan AI oleh karyawan tanpa izin resmi, yang menurut 86% responden telah menimbulkan risiko bisnis yang signifikan bagi perusahaan.

Hambatan utama dalam skalabilitas AI di sektor ini ternyata lebih banyak dipengaruhi oleh faktor non-teknis. Kompleksitas proses tata kelola menjadi kendala bagi 38% organisasi, diikuti oleh faktor kepemimpinan dan keahlian sebesar 34%, sementara keterbatasan teknis murni hanya mencakup 28% dari total hambatan yang ada.
 
Kondisi ini diperumit dengan adanya ketegangan terkait kedaulatan data. Meskipun 79% organisasi menyatakan kedaulatan data sebagai prioritas utama, kenyataannya 62% masih menjalankan beban kerja berbasis kontainer di public cloud, yang pada akhirnya menciptakan penumpukan utang kedaulatan atau Sovereignty Debt.
 
Dari sisi kesiapan infrastruktur, mayoritas organisasi mengakui adanya celah besar untuk mendukung beban kerja AI. Sebanyak 68% responden menyatakan infrastruktur on-premises mereka belum siap, sehingga 64% organisasi memilih untuk mengandalkan penyedia pihak ketiga guna menjembatani kesenjangan tersebut.
 
Di sisi lain, adopsi teknologi kontainer mengalami percepatan karena dianggap sebagai fondasi utama bagi AI, dengan 90% responden menyatakan bahwa kebutuhan akan AI memacu pengadopsian kontainer dan 89% memprediksi tren ini akan terus tumbuh.
 
Jay Tuseth, Vice President APJ di Nutanix, menekankan bahwa persaingan di masa depan bukan lagi tentang kecanggihan model AI semata, melainkan kemampuan untuk meningkatkan skalanya secara aman dan bertanggung jawab. Menurutnya, pemenang dalam kompetisi ini adalah mereka yang berhasil menyelaraskan infrastrukturnya dengan tuntutan regulasi regional serta kedaulatan data melalui platform berbasis kontainer yang fleksibel.
 
Studi global yang melibatkan 1.600 eksekutif ini menegaskan bahwa untuk beranjak dari adopsi menuju penerapan skala besar, lembaga keuangan harus menyatukan berbagai beban kerja di lingkungan hybrid demi memastikan keamanan dan kepatuhan regulasi yang ketat.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA