Sony Berhenti Bikin Ponsel?
Sony dilaporkan berencana untuk tidak lagi memproduksi ponsel cerdas dan terfokus pada produk layanan.
Jakarta: Sony mengumumkan Chief Executive Officer (CEO) baru, menggantikan CEO sebelumnya Kaz Hirai.

CEO baru ini memiliki rencana baru untuk masa depan perusahaan asal Jepang tersebut, dan diperkirakan termasuk keputusan untuk tidak lagi berkecimpung di ranah perangkat konsumen.

Hingga saat ini, belum tersedia pernyataan resmi dari Sony. Informasi yang beredar menyebut Sony berencana meninggalkan ranah produksi perangkat konsumen, termasuk ponsel, kamera dan konsol populer karyanya, yaitu PlayStation.


Sejumlah pihak mengaku berharap informasi ini tidak akan menjadi nyata, namun CEO baru Sony Kenichiro Yoshida mengungkap rencana untuk perusahaan tersebut selama tiga tahun mendatang.

Rencana yang diumumkan Yoshida tersebut terfokus pada produk layanan dan bisnis inti Sony lain yang dinilai menguntungkan.

Pada presentasinya, Yoshida tidak menyebutkan perangkat untuk konsumen, termasuk ponsel. Sony dilaporkan memiliki sejumlah alasan yang mendukung keputusannya untuk tidak memproduksi perangkat konsumen dan mengalihkan fokusnya kepada produk layanan.

Kata kunci dari rencana tersebut adalah fokus. Sony menghasilkan keuntungan terbesar melalui bisnis produksi sensor kamera untuk industri kamera dan kamera ponsel, dilaporkan mencapai nilai miliaran dollar. Sementara itu, bisnis ponsel mobile Sony mengalami penurunan secara signifikan.

Perusahaan ini hanya mampu menjual sebanyak 10 juta ponsel selama tahun 2018, menurun dari 22,5 juta unit ponsel pada tahun 2017. Sony juga dilaporkan tidak mampu mempertahankan eksistensi produknya di luar wilayah Asia.

Menyoal Playstation 4, penjualan konsol game ini juga mengalami penurunan sebesar 18 persen pada kuartal terakhir, dan eksekutif Sony mengakui bahwa PS4 telah memasuki akhir dari siklus hidupnya.

PS4 masih merupakan bisnis yang baik bagi Sony berkat pendapatannya dari ranah gaming, streaming dan lainnya, namun konsol tersebut tidak lagi menjadi penghasil keuntungan satu-satunya Sony.

Sementara itu, ponsel terbaru Sony yaitu Xperia XZ2 dan XZ2 Compact merupakan perangkat dengan penjualan terbaik, sekaligus menjadi bukti bahwa Sony mengalami peningkatan.

Sony juga dilaporkan perlu meningkatkan upayanya dan menyamai perusahaan lain dengan desain minim bezel dan sebagainya, untuk dapat memperoleh peluang berkompetisi dan bertahan di ranah ponsel cerdas.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.