Papua Nugini Berencana Blokir Sementara Facebook
Pemerintah Papua Nugini ingin memblokir Facebook sementara. (AFP PHOTO / Oli SCARFF)
Jakarta: Papua Nugini mempertimbangkan rencana memblokir akses ke Facebook selama satu bulan. Pemerintah menyebutkan, waktu pemblokiran sementara ini merupakan kesempatan melihat efek pemblokiran tersebut pada masyarakat, lapor media lokal.

"Waktu ini merupakan saat yang tepat untuk mengumpulkan informasi untuk mengidentifikasi pengguna yang bersembunyi di balik akun palsu, pengguna yang mengunggah gambar pornografi, pengguna yang mengunggah informasi salah dan menipu di Facebook," kata Menteri Komunikasi Sam Basil pada Post-Courier.

"Semua ini bisa disaring dan dihapus. Ini memungkinkan orang dengan identitas nyata untuk menggunakan jejaring sosial tersebut dengan bertanggung jawab."


Badan Siaran Australia melaporkan, rencana kontroversial ini hanyalah salah satu rencana yang tengah dipertimbangkan oleh pemerintah terkait Facebook. Namun, menurut laporan The Verge, keputusan ini telah memunculkan kekhawatiran bahwa pemerintah berencana untuk menyaring informasi yang didapat masyarakat. 

Basil berkata bahwa pemerintah berusaha memenuhi peraturan yang disahkan pada tahun lalu. Selain itu, mereka juga mempertimbangkan menggunakan "jejaring media sosial" yang buatan masyarakat Papua Nugini.

Negara dengan populasi sekitar delapan juta orang itu bukanlah negara pertama -- atau negara dengan penduduk terbanyak -- yang memblokir Facebook. Pemerintah menyebutkan, Badan Siaran Australia memperkirakan, terdapat sekitar 600 ribu - 700 ribu pengguna Facebook di negara tersebut. 

Facebook telah diblokir di beberapa negara seperti Tiongkok dan Korea Utara. Pada tahun ini, Facebook juga diblokir dari Sri Lanka setelah tuduhan bahwa alat-alat yang disediakan Facebook digunakan untuk menyebarkan kekerasan. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.