Keputusan mengembangkan sistem operasi telah diambil Huawei sejak tujuh tahun lalu.
Keputusan mengembangkan sistem operasi telah diambil Huawei sejak tujuh tahun lalu.

Huawei Sudah Siap Ditinggal Android dari 7 Tahun Lalu

Teknologi huawei
Lufthi Anggraeni • 12 Juni 2019 16:48
Jakarta: Tujuh tahun lalu, Huawei melakukan diskusi untuk merespons kesuksesan sistem operasi smartphone Google Android. Diskusi ini kemudian menghasilkan keputusan bahwa Huawei perlu mengembangkan sistem operasi mandiri.
 
Keputusan ini juga didasari oleh kekhawatiran ketergantungan pada Android dinilai petinggi Huawei membuat perusahaan rentan terhadap larangan yang diterapkan pemerintah Amerika Serikat di masa mendatang.
 
Diskusi ini kemudian disebut pihak internal Huawei sebagai pembicaraan di sisi danau ini. Sumber yang dikutip oleh South China Morning Post menyebut bahwa akses ke dokumen terkait dengan pertemuan diskusi semakin terbatas pada tahun 2018 lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah diskusi dan arahan dari manajemen senior, tim khusus sistem operasi yang dipimpin oleh eksekutif Huawei, termasuk Eric Xu Zhijun yang merupakan satu dari tiga petinggi yang dirotasi, dibentuk dan mulai mengembangkan sistem operasi dengan kerahasiaan yang dijaga ketat.
 
Zona khusus diciptakan Huawei di kantor pusatnya untuk tim sistem operasi ini dengan penjagaan ketat. Hanya pegawai di tim sistem operasi tersebut yang memiliki akses ke area khusus, berupa kartu staf terdaftar. Ponsel pribadi juga disebut tidak diperkenankan berada di area ini dan harus disimpan di loker luar area.
 
Proyek sistem operasi ini menjadi bagian penting Huawei 2012 Laboratories, berfungsi sebagai bagian pengembangan teknologi, penelitian dan inovasi Huawei. Laboratorium yang didukung peneliti dan analis Huawei ini ditujukan untuk menghadirkan inovasi tercanggih dan menelan biaya investasi dalam jumlah besar setiap tahunnya tanpa kontribusi keuntungan langsung.
 
Sebagian besar hasil kerja laboratorium ini tidak diketahui oleh publik, termasuk proyek sistem operasi ini, dan hanya diketahui oleh pihak internal Huawei. Huawei menyebut Android dan Windows tetap menjadi sistem operasi pilihan utama perusahaannya.
 
Saat ini, Huawei mengaku akan melakukan segala hal dalam kemampuannya untuk melindungi minat dan perhatian konsumen mereka. Topik terkait sistem operasi karya Huawei mulai menjadi bahan pembicaraan pada bulan Maret lalu, saat Chief Mobile Huawei Richard Yu mengungkapnya pada salah satu media asal Jerman.
 
Kala itu Yu menyebut perusahaannya tengah mengembangkan sistem operasi sendiri, baik untuk smartphone dan komputer. Sistem operasi ini, jelas Yu, dapat digunakan saat sistem yang saat ini disediakan oleh raksasa teknologi asal Amerika Serikat tidak lagi tersedia.
 
Huawei mendaftarkan merek Huawei Hongmeng pada tahun lalu di Tiongkok, memicu spekulasi bahwa merek ini merupakan nama yang akan diusung oleh sistem operasi tersebut. Secara terpisah, Huawei juga mendaftarkan Huawei ArkOS di European Union Intellectual Property Office pada akhir bulan Mei lalu.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif