AI karya Samsung bisa menganimasi foto tanpa pelatihan 3D modeling.
AI karya Samsung bisa menganimasi foto tanpa pelatihan 3D modeling.

AI Samsung Animasikan Lukisan dan Foto

Teknologi samsung
Lufthi Anggraeni • 23 Mei 2019 15:16
Jakarta: Teknisi dan peneliti dari Samsung AI Center di Moskow dan Skolkovo Institute of Science and Technology menciptakan model yang mampu menghasilkan animasi kepala dengan tampilan alami, tanpa metode tradisional seperti modeling 3D.
 
Sebagai informasi, Samsung meresmikan pusat penelitian kecerdasan buatan (AI) mereka di Moskow, Cambridge, dan Toronto pada tahun 2018 lalu.
 
Teknisi Egor Zakharov menjelaskan, secara efektif, teknologi AI mereka mempelajari model yang ditampilkan sebagai avatar realistik dari seseorang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wajah populer yang digunakan sebagai bahan pembelajaran termasuk Marilyn Monroe, Albert Einstein, Mona Lisa karya Leonardo da Vinci, dan RZA dari Wu Tang Clan.
 
Teknologi yang terfokus pada mensintesis gambar kepala fotorealistik dan puncak wajah dapat diaplikasikan pada video game, konferensi video, atau avatar digital serupa milik Samsung Galaxy S10.
 
Facebook juga tengah mengembangkan avatar realistik untuk inisiatif Virtual Reality karyanya. Teknologi ini juga dapat dimanfaatkan untuk menciptakan gambar palsu yang sulit dibedakan.
 
Pembelajaran dengan sedikit gambar berarti model dapat mulai menganimasikan wajah hanya menggunakan beberapa, bahkan satu gambar dari seseorang.
 
Pelatihan Meta dengan rangkaian data video VoxCeleb2 pertama kali disajikan sebelum model dapat menganimasikan bawah yang sebelumnya belum pernah dilihat. Selama proses pelatihan, sistem menciptakan tiga jaringan neural.
 
Ketiga jaringan neural tersebut yaitu jaringan yang tertanam dan memetakan bingkai ke vector, jaringan generator pemeta puncak wajah dalam video yang disintesis, serta jaringan diskriminator penilai realisme dan pose dari gambar yang dihasilkan.
 
Secara singkat Zakharov menjelaskan, sistem ini mampu menginisialisasi parameter dari generator dan diskriminator pada seseorang secara spesifik. Sehingga pelatihan dapat berbasis pada hanya sejumlah gambar dan dilakukan dengan cepat, meski harus menyesuaikan dengan puluhan juta parameter.
 
Dalam bentuk pengembangan AI lain baru-baru ini untuk meniru wajah manusia, peneliti University of Washington pada tahun lalu membagikan informasi terkait cara menciptakan ObamaNet, model lipsync berbasis pada Pix2Pix yang dilatih dengan menggunakan video dari mantan Presiden Amerika Serikat ini.
 
Sementara itu, peneliti University of California, Berkeley memperkenalkan model pada musim gugur yang menggunakan video YouTube untuk melatih rangkaian data AI, sehingga dapat menari dan melakukan gerakan akrobatik.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif