Perkembangan di ranah digital mendorong potensi penipuan digital menjadi lebih tinggi.
Perkembangan di ranah digital mendorong potensi penipuan digital menjadi lebih tinggi.

Waspada Potensi Penipuan di Era Transformasi Digital

Teknologi startup
Lufthi Anggraeni • 10 Oktober 2019 08:47
Jakarta: Perkembangan teknologi yang didorong oleh internet terjadi di berbagai negara, terutama di wilayah Asia, termasuk Indonesia. Dalam empat tahun terakhir, Indonesia terus mendorong pemanfaatan teknologi untuk kemajuan dan peningkatan ekonomi Tanah Air.
 
Hal ini juga mendorong perusahaan di berbagai industri di Indonesia untuk melakukan transformasi digital. Menyebabkan peluang penipuan yang awalnya besar di ranah offline, kini merambah di ranah online.
 
Menjadi hal baru turut menyebabkan regulasi pendukung faktor terkait dengan transformasi digital di Indonesia masih perlu pembenahan. Hal ini disampaikan oleh CEO dan Founder CashShield Justin Lie.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Di Indonesia, perkembangan teknologi mendorong kemunculan layanan yang melibatkan teknologi, salah satunya digital payment. Ini masih merupakan hal baru sehingga regulasi di Indonesia juga masih berusaha mengejar dan menyesuaikan,” ujar Lie.
 
Hal ini menjadi tantangan bagi perusahaan dalam upayanya untuk memenuhi regulasi terkait dengan keamanan dan privasi. Namun saat ini, sejumlah perusahaan di Indonesia masih belum terlalu terfokus pada privasi penggunanya.
 
Karenanya, CashShield mendorong kesadaran perusahaan terutama startup untuk menghadirkan perlindungan terhadap data dan privasi pengguna produk dan layanan. Meskipun demikian, CashShield menyebut bahwa sejumlah pemimpin di ranah pembayaran digital yang tengah berkembang pesat sudah lebih siap menyoal perlindungan privasi.
 
Sementara itu, tingkat adopsi internet yang tinggi di Indonesia juga berpengaruh pada tingkat penipuan digital. Tingkat penipuan digital di Indonesia dinilai cukup tinggi jika dibandingkan dengan negara lain di global maupun asia.
 
Perusahaan, lanjut Lie, perlu mempersiapkan dan mengaplikasikan perlindungan end-to-end dan canggih, sebab setiap celah memiliki potensi menjadi medium serangan dan penipuan secara digital.
 
Namun, bagi startup, Lie menyarankan startup yang baru memulai perjalanannya untuk tidak terlalu terfokus pada security. Startup baru disarankan Lie untuk terfokus dalam usaha menghadirkan layanan dan produk ke konsumen terlebih dahulu.
 
Meskipun demikian, bukan berarti startup harus mengabaikan keamanan dan privasi secara sepenuhnya. Berdasarkan pengalamannya, Lie menyebut startup dapat memanfaatkan layanan yang ditawarkan penyedia lainnya.
 
Lie beralasan bahwa jika startup telah terbebani banyak hal di awal kemunculannya, akan menyebabkan startup kesulitan bergerak lebih cepat, guna meningkatkan skala bisnis mereka.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif